Sunday, 7 June 2015

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari Raih Tiket Final BCA Indonesia Open 2015.
Tiket final BCA Indonesia Open Super Series Premier berhasil diamankan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Menghadapi pasangan China, Yu Yang/Zhong Qianxin, Sabtu (6/6), Greysia/Nitya menang dalam drama tiga set.

Pertarungan sengit sudah terlihat sejak game pertama. Greysia/Nitya sempat unggul dan mengendalikan jalannya pertandingan. Namun pada poin-poin akhir banyak kesalahan yang dilakukan Greysia/Nitya. Keadaan itu dimaksimalkan Yu/Zhong untuk mengejar ketertinggalan. Mereka akhirnya memenangkan game pertama dengan skor 22-20.

Pada game kedua, Greysia/Nitya kembali unggul jauh dari lawannya. Meski pemain China sering meladeni dengan reli-reli panjang, Greysia/Nitya tetap bisa memenangkan game ini dengan skor 21-13.

Saat memasuki game penentuan, Greysia/Nitya sempat mendapat banyak poin hingga unggul 16-6. Namun setelah itu banyak kesalahan yang dilakukan oleh mereka. Memanfaatkan keadaan itu, Yu/Zhong bisa meraih enam poin beruntun.

Untungnya Greysia/Nitya mampu mengatasi tekanan. Mereka menyudahi perlawanan Yu/Zhong dengan skor 21-14.

Di laga pamungkas, Greysia/Nitya kembali berhadapan dengan pemain asal China. Mereka akan bertarung melawan Tang Jinhua/Tian Qing yang sukses mengalahkan unggulan kelima yang juga berasal dari China, Ma Jin/Tang Yuanting.

Sebelumnya Greysia menyatakan ingin tampil tanpa beban pada babak semifinal BCA Indonesia Open 2015 kali ini dengan memilih kiat tersendiri.

“Saya bersemedi sebelum tanding,” ungkap Greysia selepas pertandingan babak perempat final melawan pasangan Tiongkok, Luo Ying/Luo Yu, Jumat (5/6) di Istora Senayan.

Menurut Greysia, bersemedi merupakan caranya untuk mematangkan persiapan sebelum menghadapi pertandingan. Greysia mengakui sebelum-sebelumnya, Greysia kerap terlalu nafsu saat bertanding.

“Saya cenderung ingin langsung mematikan lawan, tapi justru mati sendiri. Kami ingin enjoy dan tampil tanpa beban,” kata perempuan berdarah Minahasa tersebut.

Sebelum melangkah ke partai final Nitya/Greysia berhasil menyingkirkan pasangan China Yu Yang/Zhong Qianxin dalam tiga set pertandingan lewat skor 20-22, 21-13, dan 21-14 dengan catatan waktu 73 menit. Dengan demikian, Indonesia sudah menempatkan satu wakil di final.

Dalam konferensi pers yang digelar usai laga, Greysia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah membantunya, tak lupa ia juga berjanji akan mempersiapkan diri di partai final.

“Terima kasih Tuhan, Pelatih, PBSI, saya tahu kita tidak bisa di final tanpa adanya mereka. Kita mau mempersiapkan untuk partai final besok. Kita ingin lebih konsisten lagi dalam kontrol bola seperti apa yang pelatih bilang ke kita,” kata Greysia.

Sementara partnernya di lapangan, Nitya juga menuturkan hal yang serupa. Nitya mengatakan akan lebih matang di babak terakhir setelah sebelumnya terhenti pada putaran delapan besar Australia Open 2015.

“Buat besok kita harus lebih siap lagi, karena kita kan kalah kemarin di Australia Open. Feel mainnya harus lebih enjoy,” ungkap Nitya. [Kompas]