Saturday, 6 June 2015

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Pria Bisa Selingkuh Karena Memiliki Istri yang Lebih Sukses.
Perselingkuhan adalah kecurangan yang paling ditakuti tiap orang dalam hubungan. Banyak yang menjadi pemicunya, entah itu faktor dari dalam ataupun luar hubungan.

Sebuah studi pun dilakukan oleh Universitas Connecticut yang baru saja menemukan alasan seseorang untuk berselingkuh dari pasangannya. Hasilnya pun mengejutkan: Pria ataupun wanita yang berselingkuh kebanyakan adalah mereka yang tergantung secara finansial dari pasangannya.

Untuk penelitian ini, peneliti bernama Christin Munsch, Ph.D. menganalisa data survei dari 9.000 orang, berusia antara 18 sampai 32 tahun. Ia melihat kepuasan orang-orang dengan pernikahannya dan aktivitas seks mereka untuk mengambil kesimpulan mengapa mereka selingkuh.

Hasilnya, sekitar 5 persen wanita yang ketergantungan finansial dengan suaminya akan berpotensi selingkuh. Sedangkan 15 persen yang istrinya jauh lebih sukses secara finansial, juga akan melakukan hal yang sama.

Penelitian juga menemukan, mereka yang menyumbang 70 persen dari total penghasilan dalam sebuah keluarga justru minim risiko selingkuh. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal banyak kasus yang menyebutkan semakin sukses seseorang, semakin tinggi potensinya untuk selingkuh.

"Kita tidak ingin berada dalam hubungan di mana seseorang menganggap kita seperti pecundang. Kita tentu menyukai keadilan dalam sebuah hubungan. Singkatnya, kita tidak ingin selalu berada bersama seseorang yang lebih atraktif, sukses dan pintar dibanding kita. Justru itu akan membuat seseorang merasa terintimidasi dan terancam," jelas Christin.

Ia menambahkan, umumnya pria tak ingin bergantung pada seseorang. Jika mereka memiliki istri yang lebih sukses, justru kejantanan mereka bisa merasa terancam.

Christin menambahkan agar tak perlu takut dengan hasil penelitian itu karena hanya sebagian kecil yang melakukan demikian. Mayoritas responden atau sekitar 85 persen pria yang ketergantungan secara ekonomi justru tak berselingkuh. [Detik]