Wednesday, 13 July 2016

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Nelayan di Jepara Diminta Kosongkan Laut Sebelum 15.30 Sore. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengingatkan semua nelayan yang menjadi peserta lomban agar mengosongkan laut atau mendaratkan kapalnya sebelum pukul 15.30 WIB.

"Hal itu demi keamanan para peserta lomban untuk menghindari kecelakan di laut akibat gelombang tinggi," kata Ketua HNSI Jepara Sudiyatno saat menyampaikan sambutan pada acara prosesi lomban (pesta laut) kupatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobo Kuto, Kecamatan Kota, di Jepara, Rabu.

Ia berharap, pesta lomban tahun ini tidak terjadi kecelakaan.

Cuaca laut pada Rabu pagi, kata dia, cukup mendukung karena ketinggian gelombang sekitar 0,75 meter.

Ketinggian gelombang laut tersebut, kata dia, jauh lebih rendah, dibandingkan dengan ketinggian gelombang sehari sebelumnya yang mencapai satu meter, sedangkan kecepatan angin berkisar 2-15 knot.

Meski demikian, kata dia, peserta lomban tetap diminta mengindahkan imbauan untuk mengosongkan laut dari aktivitas pelayaran pada pukul 15.30 WIB.

Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan terima kasih kepada pemkab yang membantu solar 1.745,5 liter untuk para nelayan yang ikut pesta lomban.

Bantuan solar tersebut, kata dia, tentunya untuk mendorong nelayan turut serta memeriahkan pesta lomban.

Berdasarkan pantauan, jumlah kapal nelayan yang ikut serta pesta lomban mencapai ribuan kapal dengan berbagai ukuran.

Dalam rangka menghindari kecelakaan di laut, HNSI Jepara juga menyampaikan imbauan agar para peserta tidak membawa alat tangkap.

Selain itu, setiap kapal juga harus dilengkapi dengan jaket pelampung dan jumlah penumpangnya tidak boleh melebihi kapasitas.

Untuk kapal ukuran kurang dari 10 gross ton (GT) maksimal 20 orang, sedangkan di atas 20 GT maksimal 30 orang, termasuk kru kapal.

Kenyataan di lapangan, imbauan tersebut kurang diindahkan karena ada kapal yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

Bahkan, ada kapal yang diminta panitia lomban untuk mengurangi jumlah penumpangnya demi keamanan. (BERITA: ANTARA/ FOTO: KASKUS)