Thursday, 14 July 2016

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Pengemis Akan Diamankan Selama Musabahaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Mataram.
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram telah menyiapkan 50 petugasnya untuk mengamankan pengemis saat pelaksanaan Musabahaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tingkat Nasional yang akan berlangsung 28 Juli 2016.

"Sekitar 50 orang personel dari satgas sosial dan taruna siaga bencana (tagana) kami, siap sterilkan Kota Mataram dari pengemis dan orang dengan gangguan jiwa," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram H Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis.

Pengamanan terhadap keberadaan pengemis dan orang dengan gangguan jiwa itu sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang meminta agar selama MTQ Kota Mataram harus steril dari pengemis dan orang dengan gangguan jiwa, karena hal itu bagian dari pencitraan kota.

Khalik, begitu pria ini akrab disapa mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan panitia baik panitia provinsi maupun panitia tingkat kota.

Hal itu terkait dengan pola pengamanan yang akan dilakukan dengan dua sistem, yakni pertama dengan sistem posko dan kedua dengan pola patroli.

"Kalau kita diizinkan melakukan pengamanan dengan posko, maka kami akan membuat satu posko di areal Islamic Center (IC) sebagai pusat kegiatan MTQ," ujarnya.

Jika tidak, lanjutnya, pengawasan akan dilakukan dengan patroli ke sejumlah titik yang dinilai rawan pengemis dan orang dengan gangguan jiwa terutama di areal IC "Tugas ini tidaklah terlau rumit, karena sudah bisa kita lakukan dan kalaupun ada pengemis dan orang dengan gangguan jiwa, pelakunya pasti itu-itu saja," katanya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sebelumnya dalam rapat persiapan MTQ ke-26, meminta jika ada pengemis dan orang dengan gangguan jiwa harus cepat diamankan agar tidak mengganggu kelancaran kegiatan MTQ.

"Kalau ada pengemis dan orang dengan gangguan jiwa yang berkeliaran, amankan dulu sebelum diproses dan dipulangkan ke daerah asal," ujar wali kota.

Wali kota mengatakan, sebagai tuan rumah yang baik, Pemerintah Kota Mataram tentu ingin memberikan kesan baik kepada semua para tamu yang hadir, apalagi tamu yang hadir merupakan perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia.

"Jadi kita ingin target sukses penyelenggaran, sukses pencitraan dan sukses ekonomi bisa tercapai," kata wali kota dua periode itu. (BERITA:ANTARA/ GAMBAR:KITADANKOTA)