Wednesday, 13 July 2016

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Setya Novanto Akan Hadiri Deklarasi Rusli Habibie-Idris Rahim Sebagai Gubernur Gorontalo.
Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Gorontalo Ghalib Lahidjun mengatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dijadwalkan hadir pada deklarasi Calon Gubernur-Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Gorontalo dalam waktu dekat.

"Ketum Golkar sudah memastikan hadiri deklarasi, namun waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan jadwalnya," kata Ghalib, Rabu.

Sebelumnya DPP Partai Golkar telah memutuskan untuk mengusung pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim yang juga Gubernur-Wagub petahana, untuk ikut lagi di Pilkada 2017.

Menurutnya, kedatangan Setya Novanto juga selain menghadiri deklarasi Rusli-Idris, juga terkait dengan rapat kerja daerah DPD I Golkar Gorontalo.

Ia berharap dalam kesempatan itu semua kader merapatkan barisan dengan dua tujuan utama, yaitu memenangkan Golkar baik pada pemilihan gubernur maupun pemilihan Bupati Boalemo.

"Tidak ada lagi manuver dari kader Golkar, semua harus tunduk dan patuh pada perintah DPP," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meminta kepada semua kader Golar baik di tingkat Desa/Kelurhan hingga pengurus DPD I, jika melihat atau mendapati ada kader Golkar yang mendukung pasangan lain, segera dilaporkan secara berjenjang.

"DPP pasti akan merespon dan menindak tegas, jika mendapati hal itu. Sekecil apapun buktinya segera dilaporkan kepada kami," tegasnya.

Sebelumnya pada rapat forum DPP Partai Golkar belum lama ini, terkait penetapan calon kepala daerah di Pilkada 2017, DPP mengingatkan semua kader untuk mendukung calon yang telah ditetapkan oleh Golkar.

Menurutnya, semua telah diatur dalam AD/ART, juklak Partai Golkar serta Pedoman Organisasi (PO) telah diatur mengenai dukungan serta loyalitas anggota terhadap partai Golkar.

"Jadi jangan ada lagi kader Golkar yang tidak mendukung pasangan calon kepala daerah yang telah ditetapkan oleh Golkar," kata Ghalib.

Artinya tidak ada lagi kader Golkar, yang tidak mendukung dan memenangkan calon yang telah diputuskan oleh DPP, jika tidak sanksi terberatnya adalah pemecatan dari keanggotaan partai Golkar. (BERITA: ANTARA/ FOTO: BERITARH)