Saturday, 16 July 2016

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Syahril Sidik, Pembunuh Alika Mengidap HIV-AIDS Stadium Tiga.
Penyidik Polda Metro Jaya menduga pembunuh wanita di Hotel Ellysta Jakarta Utara Alika (25), yakni Syahril Sidik (29) mengidap HIV-AIDS stadium tiga.

"Hasil pemeriksaannya sudah keluar yang bersangkutan mengidap HIV-AIDS," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F Kurniawan di Jakarta Kamis.

Hendy mengatakan petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya memeriksa kesehatan dan kondisi fisik Syahril Sidik.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono menambahkan tersangka Syahril tidak mengaku menderita HIV/AIDS usai diringkus petugas.

Selanjutnya, penyidik meminta Syahril menjalani tes kesehatan yang diketahui terjangkit virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Awi menyatakan petugas akan menempatkan Syahril di ruang tahanan khusus terisolasi yang dipisahkan dengan penghuni lainnya.

"Agar tahanan lain tak tertular penyakitnya," tutur Awi.

Polisi menjerat tersangka Syahril dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Sebelumnya, jasad Alika ditemukan dengan penuh tusukan senjata tajam di kamar Hotel Ellysta Kramat Jaya Koja Jakarta Utara pada Selasa (12/7).

Alika dibunuh teman prianya Syahril yang ditangkap petugas di daerah Purwakarta Jawa Barat pada Rabu (13/7) pukul 05.00 WIB.

Sebelumnya polisi membeberkan Alika dibunuh karena pelaku mengku sakit hati dikatai seperti king kong.

"Saat berhubungan badan, pelaku tersinggung karena dikatain oleh korban bau badan dan badannya berbulu kayak king kong," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Rabu (13/7/2016).

Mendengar perkataan korban, pelaku langsung naik pitam. Pelaku lalu menghunuskan sebilah pisau yang dibawanya ke tubuh korban hingga korban meregang nyawa.

"Pelaku menusuk perut korban sebanyak 9 kali serta di bagian leher berkali kali," imbuhnya.

Korban dan pelaku diketahui cek in di hotel tersebut pada pukul 16.30 WIB, Selasa (12/7) kemarin. Setelah dua jam di kamar hotel, atau sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku kemudian keluar dari kamar hotel dengan bertelanjang dada.

Sebelum keluar dari kamar hotel, pelaku mengambil STNK, kunci motor Honda Scoopy, dompet dan 2 buah ponsel milik korban. Pelaku lalu keluar kamar dan menuju ke parkiran, lalu membawa kabur motor korban.

Saat keluar dari kamar hotel, resepsionis hotel mencurigainya. Selanjutnya resepsionis bersama kepala operasional hotel mengecel kamar korban dan mendapati korban sudah bersimbah darah dalama keadaan tanpa busana di lantai kamar hotel.

Kapolsek Koja Kompol Suprianto mengatakan, korban sudah dikenal oleh pegawai hotel karena sering cek in ke hotel tersebut.

"Korban sering nginap di hotel bersama pria, jadi sudah dikenal sama orang hotel," ujar Suprianto.

Syahril ditangkap kurang dari 24 jam oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Purwakarta, Jawa Barat pada pukul 05.15 WIB. Pelaku dihadiahi timah panas peluru oleh petugas karena melawan dan mencoba kabur saat hendak ditangkap. (BERITA:ANTARA/DETIK/ GAMBAR:DETIK)