Sunday, 17 July 2016

13:53
Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Universitas Andalas Padang Jamin Tidak Ada Plonco dalam Orientasi Mahasiswa Baru.
 Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat menjamin kegiatan orientasi mahasiswa baru yang biasa dikenal "BAKTI" tidak akan terjadi kekerasan atau tindakan perploncoan.

"Sudah ada dalam peraturan dan Undang-undang yang melarang tindakan perploncoan mahasiswa dan kami akan tegas mengawasinya," kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Unand, Prof Hermansah di Padang, Minggu.

Dia menyebutkan untuk memperkuat jaminan tersebut pihaknya telah menyosialisasikan perihal orientasi tahun ini tidak ada kegiatan kekerasan dan perploncoan.

Sosialisasi ini telah dilakukan kepada organisasi mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa universitas dan Fakultas, serta Himpunan Mahasiswa.

"Tinggal saja mahasiswa mau mengikuti aturan atau tidak," tambahnya.

Dia menyebutkan apabila mahasiswa melanggar aturan tersebut, tentunya sanksi yang tegas siap diterimanya, seperti pemberhentian studi atau pemeriksaan oleh pihak berwajib.

Akan tetapi selagi orientasi berjalan dengan baik dan tidak ada kekerasan, tentunya hal ini akan meningkatkan citra kampus.

"Plonco ini sering dilakukan mahasiswa senior dan bukan masuk organisasi, ini akan terus diawasi," ujarnya.

Salah satu pengawasan yang diberikan yakni menempatkan dosen di setiap jurusan atau setiap kali ada orientasi.

Tugas dosen ini melaporkan sekaligus mencegah masuknya oknum senior mahasiswa yang melakukan tindakan plonco.

"Selain itu kami juga punya komisi disiplin yang siap merumuskan sanksi bagi mahasiswa yang melanggar, baik panitia maupun peserta didik tersebut," lanjutnya.

Dalam menerapkan sanksi ini kata dia, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian di dalam kampus dan tidak ada campur tangan keamanan luar.

"Kecuali fatal dan berbahaya, dengan pihak keamanan kami hanya akan berkoordinasi dalam hal mengamankan kampus di lingkungan," katanya.

Dia beralasan pihaknya memiliki satuan pengaman dan komisi disiplin yang bisa menyelesaikan persoalan terkait perploncoan atau tindak kekerasan dalam orientasi.

Sementara itu salah satu mahasiswa Unand, Lisa Oktri berharap agar sanksi tegas diberikan kepada yang bertindak semena-mena terhadap adik kelasnya.

Menurutnya saat ini masih banyak senior yang sembunyi sembunyi menplonco adik yuniornya.

"Hal ini cukup ironis karena kebanyakan senior nantinya kuliah bersama yunior, ini perlu jadi perhatian," tambahnya. (BERITA:ANTARA/ GAMBAR:)