Friday, 5 August 2016

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Badan Narkotika Nasional (BNN) Grebek Pengedar Sabu dan Ekstasi di Tanjung Pinang.
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengerebekan di Tanjung Pinang, Kamis (4/8) dan menangkap dua orang tersangka kasus narkoba jenis sabu dan ekstasi.

"Sedangkan satu tersangka tewas berinisial SUR yang mencoba melarikan diri dengan loncat dari lantai tiga rumah," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Dari pengerebekan tersebut BNN berhasil mengamankan 71 kilogram sabu dan 120 ribu butir ekstasi, katanya.

"Narkoba yang diamankan jenis sabu dan ekstasi tersebut berasal dari Malaysia. Para tersangka adalah warga negara Indonesia yang merupakan jaringan lama kasus narkoba," kata Arman.Budi Suyanto

Tiga kurir sabu seberat 90 kilogram yang berhasil dibekuk BNN pusat di salah satu pelabuhan tikus di Dompak, Tanjungpinang, Kamis (4/8/2016), diduga pemain lama. Bahkan, pemilik sabu itu diduga sindikat internasional yang sudah terbiasa mengirim sabu dalam jumlah besar ke Indonesia.


Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Ijren Polisi Arman Depari, membenar ketiga pelaku sindikat pemain lama yang memang sudah menjadi target operasi BNN. Bahkan, keberhasilan penangkapan ini bagian dari usaha pengintaian cukup lama.

“Kami akan kembangkan untuk memburu jaringan mereka yang lain,” ujar Arman Depari, Kamis (4/8/2016).

Sementara itu, Kepala BNN Budi Waseso sejatinya akan memimpin langsung penangkapan tiga kurir sabu dengan barang bukti 90 kg di Tanjungpinang. Namun, saat yang hampir bersamaan, juga ada penangkapan narkoba oleh BNN di kamar 809 Hotel Orchardz di jalan Industri, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso memimpin langsung penggerebakan ini.

Lima orang berhasil diamankan dengan barang bukti 30 kilogram sabu. Dua di antara yang diamankan diduga berasal dari Serawak, Malaysia. Tiga sisanya berasal dari Aceh. Kelima orang yang ditangkap BNN itu sudah menginap di Hotel Orchardz sejak Senin, 1 Agustus 2016 lalu.

“Ini bukti DKI daerah rawan peredaran narkoba. Dalam satu bulan ini tak kurang dari 270 kg narkoba berhasil kita bongkar. Jakarta merupakan pasar terbesar narkoba,” kata Buwas kepada wartawan di Hotel Orchardz, Gunung Sahari. (antara/detik)