Tuesday, 25 April 2017

18:06
Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Deddy Mizwar Minta Para Dai Ciptakan Damai di Jawa Barat.
Deddy Mizwar Minta Para Dai Ciptakan Damai di Jawa Barat
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta agar para da'i ikut serta atau berperan dalam menciptakan suasana politik dan demokrasi yang kondusif di Provinsi Jawa Barat.

"Dai harus berperan menciptakan suasana kondusif terlebih sebentar lagi akan digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Jawa Barat," kata Deddy Mizwar dalam siaran persnya, Selasa.

Melihat konstelasi tersebut, kata dia, dapat dipastikan bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh Penyelenggara Pilkada dan seluruh stakeholders terkait Pilkada Serentak 2018 akan lebih besar dibanding dua gelombang Pilkada Serentak Jawa Barat sebelumnya, yaitu Pilkada Serentak 2015 yang digelar di delapan kabupaten/kota, serta Pilkada Serentak 2017 di tiga kabupaten/kota.

Oleh karena itu, mengimbau kepada para Alim Ulama, Kyai, Ustadz, para tokoh, dan segenap komponen masyarakat, khususnya jajaran Pengurus dan seluruh anggota MDJ agar bersama-sama berupaya memelihara iklim demokrasi yang penuh kesejukan dan kedamaian di Jawa Barat.

"Dalam kaitan Pilkada tadi saya berharap bagaimana para Dai menciptakan suasana kondusif. Jangan sampai terjadi soal pemilihan Gubernur, wali kota, dan Bupati ini di bulan Juni (2018) nanti mengakibatkan lunturnya atau rengganggnya silaturahim diantara kita," kata dia.

Menurut hasil Sidang Pleno KPU, Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 atau setelah Idul Fitri. Namun, untuk keputusan resminya akan menunggu ditetapkannya PKPU Tahapan Pilkada 2018.

Artinya, ada beberapa tahapan Pilkada yang kemungkinan dilakukan pada Ramadhan, sehingga diperlukan sejumlah langkah antisipasi dan sikap toleransi yang tinggi dari semua pihak.

Ia mengatakan poin krusial berikutnya terkait Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat adalah menyangkut KTP Elektronik. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB), agregat Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) untuk Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat ada 31,7 juta pemilih.

Terdiri dari 16,08 juta pemilih pria dan 15,68 juta pemilih wanita dengan estimasi pemilih pemula sebanyak 61 ribu pemilih.

Pada sisi lain, masih terdapat sekitar 427 ribu warga Jawa Barat yang datanya tidak tunggal dan sebagian gagal rekam dan penduduk yang datanya masih dalam proses penunggalan sekitar 808 ribu orang, serta penduduk yang masih belum melakukan perekaman sekitar 1,37 juta orang.

Selain Pilkada, ia juga menekankan pada kesempatan ini, para Da'i agar bisa memperkuat materi dakwah untuk membangun kesadaran umat Muslim. Demiz mencontohkan perlawanan terhadap hoax, yaitu berita sampah, berita palsu, ataupun berita bohong, termasuk berita palsu yang tidak menutup kemungkinan akan banyak beredar di tahun politik.

Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan cara lebih bijak dan senantiasa mengedepankan sikap Tabayyun, yaitu check and recheck terhadap berita-berita yang beredar, terutama di media sosial.

Untuk memerangi hoax ini juga dapat meneladani sifat-sifat kenabian pada diri Rasulullah, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.

Selain itu, kata dia perlu juga diperkuat materi dakwah tentang ajakan kepada masyarakat untuk terus membangun kepedulian dan budaya gotong royong umat Muslim dalam rangka memelihara lingkungan.

Masyarakat harus disadarkan bahwa berbagai bencana alam yang melanda sejumlah daerah, merupakan akibat dari rusaknya alam yang disebabkan oleh ulah manusia.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah berupaya mengembangkan desa berbudaya lingkungan atau ecovillage di sejumlah desa di Jawa Barat, terutama di sekitar DAS Citarum.

Untuk itu, para Da'i diharapkan bisa mengajak seluruh komponen masyarakat Muslim untuk bersama-sama menghadirkan komitmen dan aksi nyata dalam menumbuhkan empat aspek perilaku masyarakat berbudaya lingkungan, yaitu aspek ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan spiritual.

"Salah satu langkah konkrit yang bisa kita lakukan, yaitu dengan gerakan 'Lima Tidak' yang terus kita kampanyekan. Tidak Menebang Pohon di hulu sungai, Tidak Membuang Limbah Ternak ke sungai, Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga ke sungai, Tidak Membuang Limbah Industri ke sungai, dan Tidak Membuang Sampah apapun ke sungai," kata dia. (antara)