Saturday, 8 September 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Inpex Gandeng Lembaga Bahasa LIA Latih Bahasa Inggris di Tanimbar. Inpex Gandeng Lembaga Bahasa LIA Latih Bahasa Inggris di Tanimbar
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Perusahaan minyak dan gas bumi, Inpex Masela Ltd kembali gandeng Lembaga Bahasa LIA Ngagel, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pemberdayaan masyarakat asli di Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku guna menggelar pelatihan Bahasa Inggris dengan tema “English For Community Empowerment” pada tahun 2018.

“Tahun 2018 ini adalah tahun ke dua kerjasama Lembaga LIA Ngagel dan Inpex untuk program social investment di bidang pendidikan khususnya pengembangan ketrampilan berbahasa inggris,” kata Acting Senior Manager Communication and Relation Department Inpex Masela Ltd, Muhamad Berli saat menyampaikan sambutan pada acara menutupan pelatihan Bahasa Inggris tersebut di Aula Hotel Galaxy Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (tansel), pada Jumat (7/9).

Ia menerangkan sebelumnya pada tahun 2016 hingga 2017 lalu pihaknya juga mengadakan pelatihan Bahasa Inggris untuk 150 peserta dari latar belakang yang beragam, yaitu siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Daerah (Pemda) MTB.

Program tersebut telah menghasilkan local champion diantaranya peserta yang berhasil mendapatkan beasiswa Community College Initiatives (CCI) Fullbright di Amerika Serikat setelah mengikuti pelatihan itu dan diketahui bahwa minat belajar Bahasa Inggris siswa di Kepulauan Tanimbar meningkat dengan pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik dan menyenangkan.

“Bertolak dari keberhasilan itu, maka kami kembali menggandeng Lembaga Bahasa LIA yang diwakili oleh LB LIA Ngagel Surabaya untuk melaksanakan program lanjutan di bidang pendidikan Bahasa Inggris,” terang Berli.

Acting Senior Manager Communication and Relation Department Inpex Masela Ltd ini pun mengungkapkan berdasarkan evaluasi program sebelumnya dan analisis kebutuhan tersebut, maka diputuskan bahwa program di tahun 2018 ini harus menyasar pada peningkatan mutu guru yang mengajar muatan lokal Bahasa Inggris di SD, diantaranya yaitu 10 guru dari SD Naskat II Santo Yoseph Lauran, SD Naskat I St Ignasius Olilit Timur, SD Naskat Don Bosco III Saumlaki, SD Naskat Santo Conisius Sifnana, SD Kristen Lermatang dan SD Naskat St Fransiskus Xaverius Bomaki serta 10 calon guru Bahasa Inggris dari mahasiswa di Jurusan Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS).

“Program ini sendiri bertujuan memberdayakan guru dengan membekali mereka pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk dapat mengajar bahasa inggris dengan efektif dan menyenangkan di SD,” ungkapnya. (Laura Sobuber)