Wednesday, 12 September 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Setelah 13 Tahun Pembangunan, Herry Naap Resmikan Gedung Gereja GKI Getsemani Manwouw. Setelah 13 Tahun Pembangunan, Herry Naap Resmikan Gedung Gereja GKI Getsemani ManwouwBIAK, LELEMUKU.COM - Dengan cuaca yang bersahabat seolah menyambut acara peresmian dan pentahbisan gedung gereja baru jemaat GKI Getsemani Mandouw dengan megahnya sebagaimana dana yang dihabiskan Rp2 Milyar lebih yang dimulai dari halaman gereja hingga bersekutu di dalam gereja dengan berbagai puji-pujian yang dipersembahkan umat Tuhan sebagai tanda syukur dan kemuliaan bagi Nama-NYA.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Plt.Bupati Biak Numfor Herry Naap sekaligus pembukaan kain selubung nama gereja dilanjutkan penandatanganan prasasti juga selain oleh Anggota BP AM Wilayah III Biak - Supiori Pdt. Michael Kapisa mewakili Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua diikuti dengan penyerahan kunci dari tukang kepada panitia pembangunan dilanjutkan ke ketua jemaat dan diteruskan ke sinode.

Terlihat suasana haru dari jemaat ketika seluruh hamba-hamba Tuhan (para pendeta, RED) mengangkat tangan dan mentahbiskan gedung gerja dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus setelah itu pembukaan pintu gedung gereja oleh BP AM Sinode Wilayah III Pdt. Michael Kapisa yang disambut dengan pujian Haleluya Agung dari paduan suara gabungan hingga prosesi memasuki gedung gereja dengan posisi terdepan majelis jemaat yang membawah seluruh alat-alat sakramen.

Proses pengerjaan gedung gereja jemaat GKI Getsemani Mandouw kurang lebih 13 tahun lamanya yang mana dimulai dengan peletakan batu pertama oleh mantan Gubernur Papua Yap Salosa (alm) pada 12 oktober 2005. Mulanya jemaat ini bernama Efata sebagai pecahan dari jemaat GKI Ruth Yenures dengan nama tempat "Mansekfwan" sejak tahun 1960, seiring dengan pertumbuhan jemaat maka pemilik hak ulayat bersepakat dengan gereja maka 12 Mei 1979 dilakukan peletakan batu pertama dan tepat 8 September 1985 diresmikan gereja baru dengan nama yang tadinya Efata menjadi Getsemani.

Sekilas sejarah ini disampaikan Pdt. Audra Prawar mengakhiri khotbahnya mengawali peresmian dan pentahbisan gedung gereja baru jemaat GKI Getsemani Mandouw Sabtu (8/9/2018) yang dilakukan di halaman gereja. I Raja-Raja 8 ayat 54-61 menjadi bahan renungan, "suara nyaring Salomo karena ada rasa bahagia. Sebagai umat berkumpul, meminta pengampunan dosa, minta berkat dari Allah, dan sebagai tempat mengajar injil" jelas Pdt Audra Parawar.

"Tuhan ingin agar berkat-Nya tetap di dalam jemaat Getsemani, imanilah setiap pekerjaan Allah tanpa bersungut-sungut" kata Audra mengingatkan jemaat yang hadir. (HumasBiakNumfor)