Monday, 22 October 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Visit Selaru 2018 Jadi Puncak Adaut Panggil Pulang. Visit Selaru 2018 Jadi Puncak Adaut Panggil PulangADAUT, LELEMUKU.COM – Acara Visit Selaru 2018 menjadi puncak perayaan dari pulang kampung bersama anak negeri Pnue Batfeny atau anak keturunan Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku dengan mengusung tema “Adaut Panggil Pulang” atau “Mya To Onjout”.

Perayaan yang dilaksanakan pada Alun-alun Desa Adaut, Jumat (19/10) pukul 20.00 WIT ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) MTB, Piterson Rangkoratat, SH, Dandim Saumlaki Letkol Rahmad Saerodin, Asisten Bidang Pemerintahan Yohanis Batseran, S.Sos; Asisten Bidang Administrasi Umum Rynhard Salmart Matatula, SP, M.Si serta para pejabat SKPD dan aparat desa dari 6 desa tetangga se-Pulau Selaru ini diawali dengan pentas seni dan kegiatan sosial oleh anak-anak hingga orang tua.

Dalam sambutan Bupati MTB, Petrus Fatlolon, SH., MH yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) MTB, Piterson Rangkoratat, SH memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat Adaut atas upaya dan semangat dalam membangkitkan rasa persaudaraan yang tinggi dengan mengumpulkan seluruh keluarga besar Tutukratu dari seluruh nusantara hingga luar negeri.

“Perayaan ini jangan dipandang sekedar sebagai kegiatan seremonial saja, namun harus dijadikan sebagai momentum penting berkumpulnya anak negeri Selaru yang selama ini tercerai berai hingga ke tanah perantauan untuk satukan tekad bersama membangun Selaru, khususnya negeri Onjout yang lebih baik dan maju,” kata dia.

Bupati Fatlolon mengharapkan dukungan dari Camat Selaru Z. Emanratu, SP, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, para Kepala Desa (Kades) dan seluruh masyarakat Adaut untuk terus memberikan dukungan agar Kabupaten MTB dapat terus membenah dan bergerak maju membangun di segala bidang demi tercapainya Visi Misi Pemerintah daerah (Pemda) MTB yaitu “mewujudkan masyarakat Tanimbar yang cerdas, sehat, mandiri dan berwibawa”.

Visit Selaru 2018 Jadi Puncak Adaut Panggil Pulang“Berikanlah ide-ide yang positif untuk membangun Onjout yang lebih baik di masa yang akan datang dan teruslah membangun kebersamaan agar karya dan berkat Tuhan selalu melimpah di bumi Selaru, di tanah yang Tuhan berikan bagi kita bersama,” harapnya.

Selain itu Camat Emanratu mengatakan acara Adaut Panggil Pulang tersebut merupakan upaya untuk memberikan makna terhadap pulang kampung secara bersama-sama yang dilakukan secara kreatif dan inovatif untuk memberikan semangat dalam membangun negeri Pnue Batfeny demi memperbaiki kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki, khususnya dalam mengisi pembangunan di Kepulauan Tanimbar.


Dihadapan warga yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Tutukratu Adaut (Permata) dari berbagai daerah diantaranya Larat, Saumlaki, Ambon, Tual, Papua, Jakarta, Belanda dan Australia ini mengungkapkan dengan semangat “Myo To Onjout” itu telah menginspirasi Pemerintah Kecamatan Selaru sendiri untuk menggagas Visit Selaru 2018 yaitu gerakan mempromosikan keberadaan Pulau Selaru yang memiliki peran strategis dalam mendukung peran dan fungsi negara baik dibidang pertahanan dan fungsi peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

“Gerakan visit Selaru adalah kesadaran baru untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Kecamatan Selaru yang akan diwujudkan melalui serangkaian aksi termasuk Mya To Onjout yang dilaksanakan saat ini,” ungkap Emanratu.

Setelah itu Ketua Panitia penyelenggara, Palyama Anthony mengungkapkan acara itu merupakan suatu peristiwa sejarah yang baru pertama kalinya dilaksanakan oleh masyarakat Adaut, yang berjumlah penduduk kurang lebih 5.300 jiwa itu dengan tujuan mulia yaitu untuk membangun spirit masyarakat Adaut dalam mempererat simpul-simpul persaudaraan yang kolektif untuk bersatu padu membangun Tanimbar yang kuat dengan budaya lokalnya.

“Sejatinya hidup baku sayang adalah ciri kepribadian luhur negeri ini yang harus kita jaga dan pupuk terus. Adaut panggil pulang ini telah menjadi icon sekaligus tonggak untuk menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat di Adaut, maupun MTB pada umumnya  yaitu masyarakat yang memiliki nilai-nilai dan pranata budaya sebagai aset yang penting dan berharga,” ungkap dia.

Ketua Permata Ambon inipun berharap lewat kegiatan perdana yang dilakukan ini dapat memberikan dampak dan kemajuan positif  bagi masyarakat Adaut yang menjadi moment membangun sinergi antara seluruh potensi warga Adaut di dalam maupun di luar Adaut, termasuk sinergi dengan pemerintah dan swasta.

“Kegiatan ini ialah momen strategis untuk mengkolaborasi berbagai program untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di Negeri Adaut secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan Adaut. Tentunya kami berharap dukungan dan perhatian Pemda MTB dan provinsi untuk turut berpartisipasi dalam memajukan negeri Adaut ini,” harap Palyama.

Acara “Myo To Onjout” sendiri telah dilangsungkan sejak Minggu (15/10) dengan berbagai kegiatan diantaranya permainan tradisional, kunjungan ke Tnyafar atau Rumah Kebun di Adaut Tubun dan Tnyafar Misaniel, malam seni dan budaya bagi orang tua dan anak muda, penghijauan, pengobatan masal, pemberian buku kepada Sekolah Menengah Atas (SMA), penyuluhan hukum dan penyuluhan lebah madu, pameran karya seni dari siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Selaru dan diakhiri dengan Nakes Silai atau makan bersama dengan ukuran meja yang mencapai panjang hingga 2,5 Km. (Laura Sobuber)