Sunday, 4 November 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Pemda MTB Dukung MPP AMGPM Sebesar 800 Juta Rupiah. Pemda MTB Dukung MPP AMGPM Sebesar 800 Juta Rupiah
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku mendukung jalannya pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ke-31 yang berlangsung di Desa Latdalam pada Minggu, 4 November hingga Jumat, 9 November 2018.

Bupati Bupati MTB, Petrus Fatlolon, SH., MH mengaku pihaknya senantiasa secara moril dan material membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) dan juga pihak Klasik Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai tuan rumah untuk mempersiapakan segala sesuatu yang berhubungan dengan musyawarah itu.

“Pemda penyiapkan anggaran sebesar 800 juta untuk mendukung pelaksanaan acara yang membanggakan masyarakat Tanimbar tersebut,” aku dia kepada Lelemuku.com pada Sabtu (27/10).

Bupati Fatlolon pun mengimbau masyarakat Kepulauan Tanimbar untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar terciptanya kondisi yang aman, damai dan tertib serta kenyamanan bagi para tamu yang datang mengikuti iven akbar tersebut.

“Jadilah tuan dan nyonya yang baik dalam menyambut dan berikanlah pelayanan yang terbaik kepada para tamu dari daerah lain. Kita Marilah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing”  imbaunya.

Sebelumnya unsur Gereja dan Pemerintah Desa (Pemdes) Latdalam menyatakan bersama-sama bergandengan tangan sejalan dalam menyambut kegiatan MPP AMGPM ke-31 yang akan berlangsung di desa mereka.

Menurut Ketua Majelis Jemaat Betel Gereja Protestan Maluku (GPM) Latdalam,  Pendeta Manuel C. Radjawane, S.Si bahwa komunikasi yang dibangun antara pihak GPM selaku pelaksana kegiatan dan keterlibatan dua denominasi gereja lainnya, yaitu Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) bersama Pemdes dalam menyukseskan iven tersebut berjalan baik dan saling menopang.

“Kami bersyukur sampai dengan hari ini lewat komunikasi yang kami bangun karena kami sadar pemerintah dan gereja adalah mitra kerja oleh sebab itu sampai saat ini kami saling memahami dan penopang dalam tugas dengan fungsinya masing-masing. Itu yang selalu kami lakukan,” kata dia kepada Lelemuku.com di Desa Latdalam pada Senin (22/10).

Sekretaris Desa (Sekdes) Latdalam, Brampy Luanmase pun mengakui hal tersebut dengan mengatakan bahwa iven gereja itu bukan saja menjadi tanggung jawab gereja melainkan tanggung jawab desa dengan turut menopang pekerjaan pembangunan gedung gereja yang digunakan dari anggaran dana desa dan antusias selalu mendorong atau menyuarakan untuk keterlibatan dari masyarakat setempat dalam membantu menyelesaikan pekerjaan fisik pembangunan gedung gereja dan fasilitas pendukung lainnya serta mempersiapkan rumah masing-masing untuk tempat menginap para peserta.

“Kegiatan ini juga sudah menjadi iven desa, karena gereja itukan bertumbuh dan berkembang bersama pemerintah untuk itu senantiasa kami mengarahkan masyarakat agar berpartisipasi menyambut iven ini, persiapan menerima tamu dan tetap berbuat yang maksimal agar menampilkan yang terbaik dan menjadi kebanggaan bagi Kepulauan Tanimbar,” akunya. (Laura Sobuber)