Saturday, 10 November 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Pemprov Papua dan CI Indonesia Kampanyekan Provinsi Kampanye. Pemprov Papua dan CI Indonesia Kampanyekan Provinsi Kampanye
WAISAI, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Conservation International (CI) Indonesia mengkampanyekan provinsi konservasi di lima kabupaten dan satu kota di Wilayah Papua Barat.

Sebagaimana press reales yang diterima Media Center Raja Ampat, Minggu (7/10) menjelaskan kampanye provinsi konservasi ini menjelang tiga tahun dideklarasikannya Provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi.

Kampanye provinsi konservasi ini akan di mulai dari Manokwari, Ibukota Provinsi Papua Barat selanjutnya berturut-turut  Kabupaten Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Kota Sorong, Fakfak, dan Kabupaten Kaimana Kaimana.

Kampanye bertajuk “Pesta Rakyat untuk Konservasi” tersebut akan terbagi dalam dua kegiatan utama: Pemutaran Film Provinsi Konservasi dan Lokakarya Provinsi Konservasi bagi perwakilan pemerintah daerah, elemen non-pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sebagai informasi, Lokakarya tersebut selain bertujuan untuk menggalang dukungan dari Pemangku Kepentingan, juga dimaksudkan untuk ‘membahasakan’ istilah “Provinsi Konservasi” bagi seluas- luasnya khalayak.

Dalam Lokakarya Provinsi Konservasi perdana yang digelar  (4/10) lalu, Sekretaris Daerah Papua Barat, Nataniel D. Mandacan menjelaskan konservasi itu bertujuan melindungi makhluk hidup.

“Orang-orang tua dahulu mengetahui bagian-bagian yang mesti dilindungi; seperti di laut dan di gunung,” katanya Nataniel D. Mandacan.

“Pemerintah terus mendorong pengesahan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang pembangunan berkelanjutan di Papua Barat, atau yang lebih dulu dikenal dengan nama provinsi konservasi,” tambahnya.

 “Setelah Perdasus ditetapkan, akan ada sosialisasi dengan melibatkan semua orang dari pesisir dan pegunungan. Pembangunan itu tidak melulu fokus pada ekonomi saja dan sumber daya alam tidak boleh diambil dengan serakah,” tegas Nataniel D. Mandacan.

Perdasus tentang pembangunan berkelanjutan di Papua Barat  dirancang sebagai panduan utama bagi upaya-upaya pembangunan dalam konteks apapun  dengan menitikberatkan perlindungan, pelestarian, dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam di Papua Barat.

Terkait hal itu, Vice President untuk CI Indonesia, Ketut Sarjana Putra menjelaskan kebijakan Provinsi Konservasi di Papua Barat merupakan penerapan konsep pembangunan berkelanjutan yang holistik;  yang mengoptimalkan manfaat ekonomi dan mengurangi resiko tetapi menjamin kelestarian sumber daya alam di darat dan laut untuk generasi mendatang. 

 “Kampanye ini bertujuan untuk) Membangun pemahaman yang sama bagi para Pemangku Kepentingan akan arti dan hakekat, paradigma Provinsi Konservasi sehingga diharapkan masyarakat luas dapat menjadi pelaku utama serta pelopor model pembangunan hijau ini,”  tambah Ketut Sarjana Putra ketika ditanya soal  tujuan kampanye provinsi konservasi tersebut.

Kampanye pertama provinsi konservasi ini akan dilaksanakan besok (Senin, 8/10) di Halaman Kantor Gubernur Papua Barat yang dimulai pukul 18.30 Wit  sebagai bagian dari  “Festival Seni Budaya Papua Barat VI “ berbarengan dengan International Conference on Biodiversity, Ecotourism and Creative Economy (ICBE)

Kampanye provinsi konservasi yang dikemas dalam bentuk “Pesta Rakyat untuk Konservasi”  ini  diwarnai pemutaran “Film Provinsi Konservasi’ yang penggarapannya dilakukan Pemprov Papua Barat bersama-sama dengan CI Indonesia dan Blue Sphere Foundation,  juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik oleh Edo Kondologit dan Mitha Talahatu; dua seniman yang juga turut mendukung inisiatif Provinsi Konservasi di Papua Barat.

Setelah Manokwari,  kegiatan serupa akan dilaksanakan di Kabupaten Pegunungan Arfak  (11 Oktober 2018), Raja Ampat (14 Oktober 2018), Kota Sorong  (17 Oktober 2018), Kabupaten Fakfak (21 Oktober 2018), Kabupaten Kaimana (24 Oktober 2018). (DiskominfoRajaAmpat)