Friday, 9 November 2018

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca POD Blok Masela oleh Inpex Akan Disetujui Akhir Tahun 2018. POD Blok Masela oleh Inpex Akan Disetujui Akhir Tahun 2018
JAKARTA, LELEMUKU.COM - Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto mengatakan, proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura dan Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku akan disetujui tahun ini. Agar proyeknya bisa segera dimulai.

"(POD Masela) tahun ini lah. approval (disetujui)," kata Djoko di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Djoko bisa mengatakan hal ini, karena mendapat janji dari Inpex Corp melalui anak akan mengajukan POD dalam waktu dekat. Adapun Inpex adalah perusahaan asal Jepang yang akan menggarap blok ini.

"Inpex janji cepat ngajuin (POD) bulan depan," ujar Djoko.

Namun dia belum bisa merinci berapa nilai pemintaan insentif Inpex atas pengembangan lapangan abadi, Blok Masela. "Insentif itu nanti setelah dilihat keseluruhan cost dia perlu apa disampaikan," ujar dia.

Jika merujuk permintaan Inpex Corporation, operator Blok Masela ini mengajukan lima klausul untuk pengerjaan proyek blok Masela atas perubahan pembangunan Masela dari laut ke darat.

Pertama, penambahan kapasitas kilang liquified natural gas atau LNG dari 7,5 million tons per annum (mtpa) menjadi 9,5 mtpa. Kedua, penambahan kontrak selama 10 tahun.

Ketiga, rasio penerimaan dan pengembalian dana invesi atau internal rate of return (IRR) sebesar 15%, keempat, adanya cost recovery selama masa eksplorasi, dan terakhir kemudahan perizinan dari pemerintah.

Pemerintah mengaku memberikan perpanjangan kontrak 7 tahun atau lebih rendah dari permintaan Inpex. Alasanya, banyak komponen yang bisa dipakai adanya perubahan skema dari offshore ke onshore.

Pemerintah juga tidak keberatan memasukan biaya yang dikeluarkan Inpex-Shell selama masa ekplorasi, namun harus ada audit.

Adapun soal penambahan kapasitas kilang LNG, pemerintah akan memutuskan pasca Pre-FEED jadi. Hanya opsinya: produksi LNG 7,5 mtpa plus gas pipa 474 mmscfd dan kedua LNG sebesar 9,5 mtpa plus gas pipa 150 mmscfd. (Inilah)