Saturday, 5 January 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Lancia Dedra.

Lancia Dedra


Lancia Dedra

Posted: 04 Jan 2019 07:58 AM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Lancia Dedra di website Batlax Auto.













Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2TqoBOD, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.

Fiat Uno

Posted: 04 Jan 2019 07:33 AM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Fiat Uno di website Batlax Auto.









Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2SzZ6u5, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.

Pimpinan Yamaha Jelaskan Kenapa Rossi Selalu Keok Pada MotoGP 2018

Posted: 04 Jan 2019 02:03 AM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Pimpinan Yamaha Jelaskan Kenapa Rossi Selalu Keok Pada MotoGP 2018 di website Batlax Auto.
Valentino Rossi.
Valentino Rossi. Sumber: MotoGP
MotoGP - Performa Valentino Rossi di MotoGP 2018 memang jauh dari kata memuaskan. Problem di tim Yamaha yang tak kunjung usai mungkin membuat Rossi memiliki penampilan naik-turun.

Dari 19 seri yang telah dijalani (tanpa GP Inggris karena dibatalkan), Rossi tak pernah sekalipun memenangkan balapan. 

Tapi keluh kesah terhadap motor nyatanya bukan hanya dilontarkan oleh Rossi, tapi juga oleh rekan setimnya, Maverick Vinales. Tapi, Rossi terus melakukan masukkan kepada Yamaha. Salah satu yang menjadi terobosannya yakni mengenai perangkat elektronik.

Pada konferensi pers GP Austria, pemimpin proyek motor YZRM1, Kouji Tsuya langsung berminta maaf kepada Rossi dan Maverick Vinales. Tapi, dampak dari permintaan maafnya tak bisa merubah permorma M1.

Maverick Vinales berhasil memenangi balapan di GP Australia yang menjadi pengobat dahaga Yamaha karena haus akan kemenangan. Tapi hal itu tidak bisa dijadikan jaminan bahwa performa M1 benar-benar sudah pulih.

Valentino Rossi belum pernah memenangkan balapan sekalipun di ajang MotoGP 2018 ini. Bahkan Kouji Tsuya pun hingga berkomentar mengenai kegagalan Rossi di musim lalu itu.

"Musim ini memang tahun yang berat bagi kami. Masalah motor kami banyak terutama akselerasi di tikungan pelan jadi problem terbesar," ujar Kouji Tsuya dilansir dari GridOto dari MotoGP.com.

"Begitu juga dengan deselerasi, pengereman dan saat masuk tikungan,

"Terutama saat keluar tikungan begitu liar dan kondisi itu membuat ban cepat aus,

Kouji optimis bahwa di MotoGP 2019 nanti, Yamaha bisa mengatasi masalah yang terjadi pada M1. 

"Kami percaya diri mampu memperbaiki performa motor kami musim lalu di 2019, terutama mesin dan kemampuan akselerasinya,

"Target kami untuk sektor mesin membuat mesin yang lebih lembut tanpa kehilangan performa top speed-nya," pungkas Kouji Tsuya.

Kita berharap semoga saja apapun yang menjadi permasalahan pada M1 bisa terselesaikan dengan mudah. Masih ada 2 tes pramusim sebelum balapan MotoGP 2019 dimulai, semoga ini bisa dimanfaatkan se-efisien mungkin oleh mbah Rossi dan Vinales.

Baca juga: 





Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2F5Zn4Z, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.

Penjelasan Ducati Mengenai Cabarrini Yang Menjadi Kepala Mekanik Bagnaia

Posted: 03 Jan 2019 07:28 PM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Penjelasan Ducati Mengenai Cabarrini Yang Menjadi Kepala Mekanik Bagnaia di website Batlax Auto.
Francesco Bagnaia - Octo Pramac Racing
Francesco Bagnaia - Octo Pramac Racing
MotoGP - Francesco Bagnaia resmi naik ke kelas MotoGP setelah dirinya berhasil menjadi jawara Moto 2018. Dan di MotoGP, ia akan bersama dengan tim Octo Pramac Racing. Cristian Gabarrini akan berperan sebagai kepala mekanik dari Bagnaia.

Lalu apa yang mendasari Gabarrini untuk menjadi kepala mekanik Bagnaia? Kenapa tidak Danilo Petrucci?

Danillo Petrucci sudah tidak bersama dengan Octo Pramac Racing lagi, dia sudah naik tahta ke tim pabrikan Ducati bersama dengan Andrea Dovizioso. Dengan demikian, The Petrux sudah tidak didampingi lagi dengan Gabarrini. 

Kepala manager Duacti, Gigi Dall'igna mengatakan bahwa kemiripan gaya balap Lorenzo dan Bagnaia menjadi faktor utama atas kepindahan Gabarrini ke Octo Pramac Racing.

Tapi ia menuturkan bahwa keputusan itu lebih dilakukan kepada pendekatan umum yang dilakukan Ducati terhadap rider baru, dengan hal ini adalah Bagnaia. 

Sebenarnya hal ini merupakan rotasi teknisi dari kedua tim antara Octo Pramac dan pabrikan Ducati. Upaya ini dilakukan supaya terjadi kontinuitas antar pemabalap nantinya. 

"Jadi kami melakukan ini dengan Danilo. Ia melanjutkan bersama kepala teknisi dan (engineer) elektroniknya (Cristian Battaglia) untuk musim berikutnya, dan kami akan melakukan hal yang sama terhadap Bagnaia." tutur Dall'igna kepada Motorsport pada Jumat (4/1/2019).

"Bagnaia akan ditangani chief engineer (Gabarrini) dan engineer elektronik (Tommaso Pagano) yang sebelumnya menangani Jorge Lorenzo.

"Saya kira ini penting untuk memahami betapa pentingnya bagi Ducati, pengembangan pembalap baru," ucapnya.

Baca juga: 





Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2R9IMUq, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.

7 Duel Panas Marquez Dan Lorenzo, Di MotoGP 2019 Lebih Panas Lagi?

Posted: 03 Jan 2019 06:58 PM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul 7 Duel Panas Marquez Dan Lorenzo, Di MotoGP 2019 Lebih Panas Lagi? di website Batlax Auto.
Marc Marquez dan Jorge Lorenzo
Marc Marquez dan Jorge Lorenzo
MotoGP - Marc Marquez akan bertandem dengan Jorge Lorenzo di tim Repsol Honda pada MotoGP 2019 dan 2020. Maka dari itu, banyak orang yang menyebut kalau tim ini disebut sebagai 'Dream Team" karena dihuni oleh dua rider juara.

Tapi, sebenarnya Marquez dan Lorenzo punya rekam jejak rivalitas yang panas di balapan sebelum keduanya saat ini satu tim. Rivalitas panas ini dimulai ketika terjadi senggolan di GP Jerez pada 2013. Kemudian yang paling terbaru adalah keributan yang terjadi di GP Aragon pada musim lalu.

Meskipun menggunakan motor yang sama, Lorenzo maupun Marquez tetap akan saling berjibaku demi memperbutkan gelar juara dunia. Kemungkinan duel panas dua rider asal Spanyol itu bakal terjadi di MotoGP 2019 yang akan berlangsung Maret mendatang.

Dalam artikel kali ini, kita akan melihat momen-momen persaingan panas antara Lorenzo dan Marquez di lintasan balapan MotoGP. Yuk kita lihat di bawah ini.

Jerez 2013

Lorenzo vs Marquez di Jerez 2013
Lorenzo vs Marquez di Jerez 2013
Di GP inilah awal persaingan panas Marquez - Lorenzo terjadi. Waktu itu, banyak orang yang mengira bahwa Lorenzo akan mengakhiri balapan di urutan kedua di belakang Dani Pedrosa.

Namun, di tikungan terakhir sebelum mencapai garis finis, Marquez menyalip Lorenzo. Waktu itu Marquez masih menjadi rookie di MotoGP. Aksi Marquez ini membuat dirinya dan Lorenzo bersenggolan.

Kejadian ini sempat membuat kedua itu bersitegang. Marquez sempat meminta maaf kepada Lorenzo. Tapi dia berdalih bahwa dirinya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Valentino Rossi.

Tapi Lorenzo sendiri juga tak memperpanjang masalah ini. Ia juga menyatakan dirinya telah telah melakukan kesalahan, sehingga posisinya bisa teraslip oleh Marquez.

Silvestone 2014

Lorenzo vs Marquez di GP Inggris 2014
Lorenzo vs Marquez di GP Inggris 2014
Marquez dan Lorenzo bersaing ketat di GP Inggris 2014. Keduanya bergantian saling memimpin balapan, tapi Lorenzo harus mengakui kehebatan Marquez dan ia harus puas finish di belakang The Baby Alien.

Waktu itu, Marquez memenangi balapan dengan catatan waktu 40 menit 51,835 detik. Ia unggul 0,732 detik dari Lorenzo di urutan kedua. Posisi ketiga dan keempat ditempati Iannone dan Rossi.

Phillip Island 2015

Lorenzo vs Marquez di Phillip Island 2015
Lorenzo vs Marquez di Phillip Island 2015
Kalau di Phillip Island pada 2015 tidak hanya melibatkan persaingan Lorenzo dan Marquez saja. Persaingan panas di sirkuit ini juga diikuti oleh Andrea Iannone dan Valentino Rossi. 

Tapi akhirnya Marquez kembali memenangkan balapan dengan unggul 0,249 detik dari Lorenzo di urutan kedua. Sementara Iannone dan Rossi berada di urutan ketiga dan keempat.

Mugello 2016

Lorenzo vs Marquez di Mugello 2016
Lorenzo vs Marquez di Mugello 2016
Di seri ini, Marquez dan Lorenzo saling bergantian memimpin balapan. Sebenarnya tak ada yang mengalami crash dalam persaingan ini, namun kedua rider saling memimpin balapan dengan memacu motor mereka secepat mungkin.

500 meter sebelum garis finihs, Marquez sempat diprediksi bakal menjadi pemenangnya. Bahkan beberapa kru Repsol Honda sudah keluar paddock untuk melihat rider andalan mereka memenangkan balapan.

Tapi situasi kembali berbalik, Lorenzo kini malah berhasil memenangkan balapan. Lorenzo unggul 0,019 detik dari Marquez. 

Austria 2018

Lorenzo vs Marquez di Austria 2018
Lorenzo vs Marquez di Austria 2018
GP Austria 2018 memang sangat sengit, Marquez dan Lorenzo sempat mengalami senggolan di trek lurus pada lap terakhir balapan. Untungnya, tak ada yang jatuh dari duel sengit ini.

Kedua rider itu justru saling bergantian memimpin balapan. Tapi, Lorenzo kembali berhasil memenangkan balapan setelah dirinya memanfaatkan trek lurus setelah tikungan terakhir.

San Marino 2018

Lorenzo vs Marquez di San Marino 2018
Lorenzo vs Marquez di San Marino 2018
Di GP San Marino, Lorenzo dan Marquez saling berebut posisi kedua. Tapi kali ini giliran Marquez yang berhasil memenangkan duel ini setelah Lorenzo terjatuh ketika balapan masih tersisa dua lap lagi.

Tak terima dengan hasil itu, Lorenzo sempat menyindir gaya balap Marquez yang agresif itu. 

Aragon 2018

Lorenzo vs Marquez di Aragon 2018
Lorenzo vs Marquez di Aragon 2018
Persaingan Lorenzo dan Marquez semakin memanas di GP Aragon. Lorenzo menyalahkan Marquez atas dirinya yang mengalami crash. Lorenzo bahkan sempat menilai bahwa Marquez telah menghancurkan kakinya.

"Saya tidak akan pergi (melaporkan) ke Race Director, karena yang membuat saya makin kecewa adalah orang mengira saya crash karena terlalu merebahkan motor saat belok di sisi trek yang kotor dan itu adalah kesalahan saya."

"Tidak seperti itu kejadiannya, dan Marc tahu itu. Dia tidak memberi saya ruang, dia menyalip saya dan melakukan blok dan saya tidak punya pilihan selain crash atau melebar ke luar lintasan," sembur Lorenzo dikutip dari Crash.

Tapi tuduhan itu dibandah oleh Marquez karena dia melihat Lorenzo sudah keluar dari lintasan. 

"Saya tidak melihat Lorenzo terjatuh dan tidak melihat pitboard tertulis 'Lorenzo out'," kata Marquez.

Nah itulah duel panas antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Apakah duel mereka akan terjadi lagi di MotoGP 2019, apalagi sekarang keduanya berada di tim yang sama? Kita lihat saja nanti bagaimanakah kedua rider itu mempelihatkan performanya.

Baca juga: 






Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2SBtrbI, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.

Mengenal Lebih Dekat Fabio Quartararo, Rookie MotoGP Dengan Segudang Prestasi

Posted: 03 Jan 2019 05:53 PM PST

Silahkan membaca berita terbaru tentang otomotif berjudul Mengenal Lebih Dekat Fabio Quartararo, Rookie MotoGP Dengan Segudang Prestasi di website Batlax Auto.
Fabio Quartararo.
Fabio Quartararo. Sumber: Maniakmotor
MotoGP - Fabio Quartararo dinilai terlalu muda (19 tahun) untuk membalap di kelas tertinggi MotoGP. Tapi bukan hal yang mustahil jika di masa mendatang, dia bakal menjadi rider hebat. Hal itu juga diyakini oleh pihak Petronas Yamaha SRT, tim yang menaunginya saat ini.

Fabio Quartararo ini baru menjanali karrier di Grand Prix selama 4 tahun, maka memang sangat wajar jika performanya selama di dunia balapan ini naik turun. Tapi prestasinya sempat mentereng sebelum membalap di GP. Bahkan dia disebut-sebut sebagai "The Next Marc Marquez" ketika usianya masih berumur 14 tahun.

Dia lahir di Nice, Prancis. Tapi Quartararo menghabiskan masa kecilnya di Spanyol dengan mengikuti berbaga kejuaraan di sana. Dalam berbagai ajang balapan, dia bahkan dianggap sebagai rider yang hebat dibandingkan dengan rider lain yan seumuran dengannya waktu itu.

Kejuaraan Spanyol 50cc 2007

Salah satu keajaiban yang dia ciptakan adalah ketika dirinya terjun di balapan tahun pertamanya di Spanyol dalam kejuaraan Spanyol 50cc pada 2007 lalu. Waktu itu, Quartararo unggul secara point, dimana ia unggul 33 point. Sementara balapan masih menyisahkan dua balapan. 

Dia berhasil memenangkan kedua balapan yang tersisa. Tapi sayangnya dia harus didiskualifikasi dan harus puas berada di posisi runner up. Dia hanya tertinggal 3 point dari pemimpin klasemen.

Kejuaraan Spanyol Pre-Moto3 125cc 2012

Pada tahun 2012, Quartararo terjun ke kejuaraan Spanyol Pre-Moto3 125cc pada tahun 2012. Waktu itu, peluangnya untuk menjadi juara sempat terganggu karena masalah cedera yang ia alami ketika balapan motocross.

Fabio Qurtararo dan Franco Morbidelli
Fabio Qurtararo dan Franco Morbidelli. Sumber: Motorsport
Cedera yang da alami juga tak main-main, dia mengalami patah tulang pergelangan tangan dan kompresi tulang belakang. Dalam kondisinya yang seperti itu, ia tetap gigih untuk terus membalap dan kerja kerasnya ini membuahkan hasil. Ia berhasil mengunci gelar juara setelah rivalnya waktu itu mengalami crash.

Satu tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 2013, Quartararo terjun lagi di dunia balapan, dimaan waktu itu dia mengikuti kejuaran CEV Moto3. Dengan demikian, dia harus kembali melawan rider-rider terbaik eropa yang bahkan usianya lebih tua darinya.

Yang uniknya, dia berhasil menjuarai kejuaraan ini, bahkan berhasil mempertahankannya hingga 2014. Dua gelar yang ia raih di CEV Moto3 ini membuat Dorna Sports dan FIM memberikan keringanan baginya untuk terjun di Grand Prix. Akhirnya dia turun di GP meskipun usianya waktu itu masih 19 tahun.

Moto3 dan Moto2

Performa Quartararo di kelas Moto3 dan Moto2 memang naik turun, tapi ia berhasil menciptakan gebrakan di kelas Moto2 tahun lalu. Ia berhasil memenangi GP Catalunya, Spanyol dan hasil ini membuat dirinya dilirik oleh Yamaha.

Ia juga sempat memenangai GP Jepang, tapi sayangnya ia harus didiskualifikasi karena tekanan ban belakang motornya tidak sesuai dengan regulasi.

Di penghujung musim 2018, Qartararo hanya mengakhiri balapan di urutan ke-10, tapi prestasinya ini cukup untuk membuat tim Yamaha dan SIC Racing meliriknya. Akhirnya ia berhasil bergabung dengan Yamaha.

Ia akan bertandem dengan Franco Morbidelli di bawah naungan Petronas Yamaha SRT. Mereka akan menggunakan motor YZR-M1. Selain itu, mereka juga satu pabrikan dengan Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Beriku ini adalah prestasi Quartararo sejak dirinya terjun di dunia balapan.

  • 2007: Kejuaraan Spanyol 50cc - Runner up
  • 2008: Kejuaraan Spanyol 50cc - Juara
  • 2009: Kejuaraan Spanyol 70cc - Juara
  • 2010: Kejuaraan Spanyol 80cc - Peringkat Ketiga
  • 2011: Kejuaraan Spanyol 80cc - Juara
  • 2012: Kejuaraan Spanyol pre-Moto3 125cc - Juara
  • 2013: FIM CEV Moto3 - Juara
  • 2014: FIM CEV Moto3 - Juara
  • 2015: Moto3 - Peringkat 10
  • 2016: Moto3 - Peringkat 13
  • 2017: Moto2 - Peringkat 13
  • 2018: Moto2 - Peringkat 10
  • 2019: Debut MotoGP

Apakah Quartararo ini mampu bersaing di MotoGP 2019? Kitan nantikan saja penampilannya nanti.

Baca juga: 





Terima kasih karena telah membaca berita tentang http://bit.ly/2F5LTFC, jika berkenan silahkan baca berita lainnya di website kami.