Wednesday, 13 February 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Tangkal Isu SARA Jelang Pemilu, Humas Polda Maluku Gelar Dialog di RRI Ambon. Tangkal Isu SARA Jelang Pemilu, Humas Polda Maluku Gelar Dialog di RRI AmbonAMBON, LELEMUKU.COM - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Kombes Pol. Drs. M. Roem Ohoirat, melaksanakan live dialog interaktif di ruang Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon pada Selasa (12/2).

Tema yang diusung pada dialog interaktif ini adalah “Menangkal Isu SARA dalam menghadapi Pemilu Serentak di tahun 2019”.

Selain Kabid Humas Polda Maluku, hadir pada dialog ini Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Maluku Bapak Dr. Abdullah Latuapo dan Ketua Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Maluku Dr. Johan Ruhulesin.

Dalam penyampaiannya, Ketua MUI Maluku mengatakan bahwa bangsa kita ini adalah bangsa yang besar dengan keragaman suku, agama dan ras, hal ini dalam pandangan islam adalah rahmat dari Allah Swt.

"Tugas kita saat ini adalah bagaimana kita mengelola rahmat yang diberikan Allah Swt ini dengan baik, memang dalam realitanya hal demikian tidaklah mudah karena kita tahu bersama ada oknum atau kelompok tertentu dengan kepentingan sesaat yang selalu membuat hasutan dan provokasi kepada masyarakat, namun sebagai bangsa yang besar, mari kita tangkal segala bentuk provokasi dan isu sara yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa kita ini, olehnya itu bagi para tokoh agama harus memiliki baban moril dalam menggirim umatnya menuju ke jalan yang banar," ungkap Latuapo.

Hal senada juga disampaikan Ketua PGI Maluku yang mana mengajak seluruh masyarakat Maluku agar mari bersama-sama menjaga tatanan masyarakat yang sudah membaik ini.

"Dialog diantara kita sangatlah penting dengan mengacu pada aturan dan koridor yang ada. Masyarakat saat ini harus punya ketahanan agama dan budaya persaudaraan yang kuat, masyarakat harus cerdas dalam menghadapi pemilu agar jangan gampang terprovokasi oleh informasi atau isu sesat. Setiap pemimpin umat harus menjadi contoh dan panutan yang baik kepada masyarakat, mari kita waspadai politik uang karena kita tahu bersama rata-rata masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan akan gampang dipengaruhi dengan uang olehnya itu mari kita tangkal semua itu," papar Ruhulesin.

Kabid Humas juga menambahkan terkait isu sara yang akhir-akhir ini mulai dihembuskan kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar masyarakat jangan gampang terpengaruh atau percaya.

"Baru saja kita dihebohkan dengan berita yang dimuat salah satu media yang ada di Kota Ambon yang mengatakan bahwa telah ditangkap seseorang yang diduga teroris dengan perlengkapan bom bunuh diri di wilayah desa rumah tiga kecamatan teluk ambon yang katanya siap meledakan diri di wilayah pemukiman nasrani. Berita seperti ini dapat memicu ketegangan dan kekhawatiran bagi masyarakat awam yang kurang informasi dan rentan terpengaruh isu. Media tersebut akan di panggil dan diminta untuk mengklarifikasi berita yang dimuat. Kita masyarakat maluku punya sejarah kelam di masa lalu yang merugikan kita semua, mari kita jaga situasi yang mulai kondusif ini bersama-sama," ungkap dia.

Lanjut dikatakan Kabid bahwa Polda Maluku dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Bid Humas Polda sendiri sudah punya Sub Bid atau bagian khusus yang bertugas memonitor setiap informasi atau berita lewat medsos yang berpotensi sara atau adu domba baik antar suku, ras dan agama.

"Polda Maluku sudah berkomitmen siap mengamankan wilayah maluku dengan maksimal saat menjelang dan pasca pemilu nanti. Informasi atau isu sekecil apapun akan disikapi dan ditindak lanjuti hingga tuntas. TNI dan POLRI akan tetap netral saat pelaksanaan pemilu nanti dan bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui ada oknum anggota Polri yang terlibat politik praktis atau tidak netral agar segera dilaporkan kepada pihak gakumdu atau Bid Propam Polda Maluku untuk ditindak lanjut," ujar Ohoirat.

Diakhir dialog, ketiga narasumber ini mengajak kepada seluruh masyarakat maluku agar mari kita sukseskan pemilu 2019 ini dengan aman dan tertib, jangan sampai ada yang golput karena suara kita menentukan nasib bagsa ini 5 tahun kedepan. Mari kita jaga maluku yang kita cintai ini dengan aman damai dan tentram. (HumasPoldaMaluku)