Tuesday, 16 April 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Emmanuel Macron dan Donald Trump Responds Berduka dengan Terbakarnya Katedral Notre Dame Paris. Emmanuel Macron dan Donald Trump Responds Berduka dengan Terbakarnya Katedral Notre Dame ParisPARIS, LELEMUKU.COM - Presiden Perancis, Emmanuel Macron menunjukkan rasa sedihnya atas terbakarnya gedung Katedral Bunda Kami atau dalam bahasa Perancisnya Notre-Dame yang terbakar pada Senin (15/04/2019) pagi pukul 06.50 waktu setempat.

Dikatakan kebakaran ini merupakan duka untuk seluruh warga Perancis dan seluruh umat Katolik di dunia. Sebab kebakaran ini terjadi pada waktu negara ini sedang berfokus untuk meningkatkan kebersamaan sebagai satu negara yang besar.

"Ratu Kami di Paris terbakar. Ini adalah emosi kesedihan yang dirasakan seluruh negeri. Bersama seluruh wargaku, saya ikut bersedih kepada seluruh umat Katolik dan warga Perancis. Saya bersedih petang ini melihat bagian dari kehidupan kita selama ini telah terbakar," ujar Macron dalam twitternya petang hari waktu setempat.

Ia juga menyatakan akibat insiden ini, dirinya membatalkan pidato kenegaraannya pada Senin, dan ditunda pada Selasa. Selanjutnya ia menuju ke lokasi kebakaran.

Sementara pemerintah Perancis akan berusaha untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah yang berada didalam gedung gereja tersebut, bersamaan dengan pembukaan penyelidikan terbakarnya gedung bersejarah bagi negara tersebut.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keprihatinan atas peristiwa ini, dikatakan bahwa kebakaran itu harus segera dicegah guna menyelamatkan gedung bersejarah tersebut.

"Sangat terkejut menyaksikan kebakaran besar di Notre Dame. Seharusnya pemadam kebakaran wajib bekerja lebih cepat memadamkannya. Bangunan ini adalah bagian dari budaya kami, bagian dari hidup kami," ujar Trump dalam twitternya.

Kebakaran besar terjadi di Katedral Notre Dame di Paris dengan asap dan api berawal dari puncang dekat menara lonceng katedral melahap atap bangunan ibadah umat Katolik di pusat kota Paris tersebut.

Dilaporkan dari kebakaran itu, menara lonceng dan bagian dari puncak atap yang sedang direnovasi itu runtuh seutuhnya.

Pemerintah Kota Paris dan kepolisian setempat belum memberikan pernyataan terkait penyebab api tersebut dan betapa besar api yang menyebar di gedung tersebut. Serta korban jiwa atau luka dari peristiwa ini.

Sementara agen berita perancis menyatakan pihak pemadam kebakaran setempat mengakui api tersebut kemungkinan dipicu oleh kerja renovasi bangunan tersebut.

Gedung gereja Katedral Notre Dame merupakan tempat ibadah dari Keuskupan Paris yang bersejarah. Bangunan yang berdiri pada tahun 1163 ini merupakan monumen bersejarah abad pertengahan yang menjadi simbol dan saksi bisu perjalanan penuh liku dari negara terkemuka di benua Eropa tersebut. (Albert Batlayeri)