Tuesday, 16 April 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Keuskupan Agung Paris Umumkan Relik Bersejarah di Notre Dame Sudah Diamankan. Keuskupan Agung Paris Umumkan Relik Bersejarah di Notre Dame Sudah DiamankanPARIS, LELEMUKU.COM - Keuskupan Agung Paris mengungkapkan benda-benda bersejarah yang berada didalam gedung Katedral Bunda Kami di Paris atau Notre Dame sudah diamankan oleh pihak gereja, saat kebakaran terjadi pada Senin (15/04/2019) pagi pukul 06.50 waktu setempat.

Menurut Juru Bicara Keuskupan Agung, Jon Franc, mayorits dari relik bersejarah digedung katedral telah diungsikan termasuk pecahan Mahkota Duri yang dipercaya dipasangkan di kepala Yesus Kristus saat disalibkan di Yerusalem, Israel dan Cawan Suci Perjamuan yang digunakan sebagai tempat minum untuk para raja Perancis saat dimahkotai sebagai raja sejak tahun 1163.

Namun terkait kaca mawar indah, dan organ didalam bangunan belum diketahui nasibnya sebab, hingga malam waktu setempat, api masih menyala dan belum padam.

Kebakaran besar terjadi di Katedral Notre Dame di Paris dengan asap dan api berawal dari puncang dekat menara lonceng katedral melahap atap bangunan ibadah umat Katolik di pusat kota Paris tersebut.

Dilaporkan dari kebakaran itu, menara lonceng dan bagian dari puncak atap yang sedang direnovasi itu runtuh seutuhnya.

Pemerintah Kota Paris dan kepolisian setempat belum memberikan pernyataan terkait penyebab api tersebut dan betapa besar api yang menyebar di gedung tersebut. Serta korban jiwa atau luka dari peristiwa ini.

Sementara agen berita perancis menyatakan pihak pemadam kebakaran setempat mengakui api tersebut kemungkinan dipicu oleh kerja renovasi bangunan tersebut.

Gedung gereja Katedral Notre Dame merupakan tempat ibadah dari Keuskupan Paris yang bersejarah. Bangunan  ini merupakan monumen bersejarah abad pertengahan yang menjadi simbol dan saksi bisu perjalanan penuh liku dari negara terkemuka di benua Eropa tersebut.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron menunjukkan rasa sedihnya atas terbakarnya gedung katedral tersebut. Dikatakan kebakaran ini merupakan duka untuk seluruh warga Perancis dan seluruh umat Katolik di dunia. Sebab kebakaran ini terjadi pada waktu negara ini sedang berfokus untuk meningkatkan kebersamaan sebagai satu negara yang besar.

"Ratu Kami di Paris terbakar. Ini adalah emosi kesedihan yang dirasakan seluruh negeri. Bersama seluruh wargaku, saya ikut bersedih kepada seluruh umat Katolik dan warga Perancis. Saya bersedih petang ini melihat bagian dari kehidupan kita selama ini telah terbakar," ujar Macron dalam twitternya petang hari waktu setempat.

Ia juga menyatakan akibat insiden ini, dirinya membatalkan pidato kenegaraannya pada Senin, dan ditunda pada Selasa. Selanjutnya ia menuju ke lokasi kebakaran.

Sementara pemerintah Perancis akan berusaha untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah yang berada didalam gedung gereja tersebut, bersamaan dengan pembukaan penyelidikan terbakarnya gedung bersejarah bagi negara tersebut.

Selanjutnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keprihatinan atas peristiwa ini, dikatakan bahwa kebakaran itu harus segera dicegah guna menyelamatkan gedung bersejarah tersebut.

"Sangat terkejut menyaksikan kebakaran besar di Notre Dame. Seharusnya pemadam kebakaran wajib bekerja lebih cepat memadamkannya. Bangunan ini adalah bagian dari budaya kami, bagian dari hidup kami," ujar Trump dalam twitternya. (Albert Batlayeri)