Tuesday, 20 August 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Polda Maluku Intensifkan Negosiasi untuk Selamatkan Sandera KM Mina Sejati. Polda Maluku Intensifkan Negosiasi untuk Selamatkan Sandera KM Mina SejatiAMBON, LELEMUKU.COM - Kepolisian Daerah Maluku terus melakukan upaya negosiasi untuk menyelamatkan sandera di Kapal Motor (KM) Mina Sejati yang dibajak di perairan Laut Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal saat melarikan diri, tujuh selamat, dan 18 belum diketahui nasibnya.

“Personel polisi bersama Lantamal IX/Ambon dan Basarnas telah menemukan lokasi KM Mina Sejati. Karena itu, kami intensif bernegosiasi untuk menyelamatkan sandera daripada menangkap penyandera,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M. di Ambon, Senin (19/08/2019).

Dalam hal ini, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M. menjelaskan operasi tersebut melibatkan KRI Lada-521 maupun kapal milik Basarnas. Namun, sejak Minggu (18/8/2019) malam, komunikasi terganggu. Apalagi, kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang laut mencapai 2 meter, sehingga mengganggu operasi.

“Saya intensif berkoordinasi dengan TNI-AL dan Basarnas agar bisa membebaskan para sandera. Kami berharap kondisi cuaca tidak ekstrem agar negoisasi bisa membuahkan hasil yang baik,” tutur Mantan Kakorlantas Polri.

Sebelumnya, Kepala Kantor Badan SAR Nasional Cabang Ambon, Muslimin sebelumnya mengatakan, identitas tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembajakan dan perampokan di atas KM Mina Sejati sudah terungkap setelah KRI Lada-521 dari jajaran TNI AL menyergap mereka di tengah laut. Mereka berinisial NH alias Nurul (masinis), FDL alias Ferri, dan QIM alias Qersim.

“Informasi yang kami terima dari Kantor Koordinator Pos SAR Tual, KM Mina Sejati yang dinakhodai Ko Awi diduga dibajak oleh tiga orang anak buah kapalnya sendiri,” tutup Kepala Kantor Badan SAR Nasional Cabang Ambon. (HumasPolri)