Wednesday, 20 November 2019

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Lomba Top Model Lelemuku Kembangkan Minat Anak. Lomba Top Model Lelemuku Kembangkan Minat Anak SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Joice Fatlolon Pentury, SP mengatakan Lomba Top Model Lelemuku yang baru saja digelar pihaknya bersama Yayasan Pelangi Maluku pada Jumat (15/11/2019) dan Sabtu (16/11/2019) berfokus pada pengembangan minat dan bakat para generasi muda di Tanimbar.

“Kegiatan ini belum pernah dilakukan di daerah kita ini, makanya  TP PKK dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanimbar menggandeng Yayasan Pelangi Maluku untuk menggelar kegiatan tersebut demi untuk pengembangan minat dan bakat dari anak-anak generasi muda,” kata dia kepada Lelemuku.com pada Minggu (17/11/2019).

Joice menuturkan bahwa antusias dari para anak usia dini dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan umum sangat besar yang dilihat dari jumlah peserta mencapai 800 anak.

Ia mengungkapkan bahwa even perdana yang memperebutkan ‘Tropi Top Model Lelemuku’ itu adalah salah satu usaha untuk lebih mendekatkan dan membangkitkan rasa cinta para generasi muda akan kearifan lokal, adat dan budaya yang dimiliki. Dirinya pun berharap di tahun depan dapat menghadirkan even serupa yang lebih besar lagi, yaitu ‘Pemilihan Putra-Putri Tenun Tanimbar’.

“Lomba ini kan baru tetapi antusias masyarakat sangat tinggi. Ini bentuk promosi Tanimbar dan kecintaan kita terhadap kearifan lokal kita, khususnya tenun Tais Pet Tanimbar yang sangat menonjol di Maluku,” ungkap Joice.

Sementara itu, Main Direktur Yayasan Pelangi Maluku, Rosano C. Pentury megakui melalui event organizer (EO) Gaze’Bo Entertainment, pihaknya telah menggelar lomba-lomba serupa di seantero Maluku yang menarik perhatian peserta hingga 1.500 setiap ivennya. Senada dengan Joice, Menurutnya, lomba tersebut dilakukan agar setiap anak dapat menunjukkan bakat yang dimiliki dengan rasa penuh percaya diri melalui peragaan busana di red carpet.

“Anak-anak dapat fashion, memamerkan busana dan menimbulkan percaya diri. Sebenarnya poinnya itu, bagi kami sebenanrnya bukan soal hasilnya, tetapi soal proses. Sebab semua anak itu punya kesempatan ada di red carpet, kan tidak semua orangtua juga dapat menyaksikan anaknya di red carpet. Kalau ini kesempatan, kenapa tidak dimanfaatkan,” kata dia.

Rosano pun berharap kedepannya di Tanimbar dapat lahir EO serupa yang dapat menangkap keinginan masyarakat Tanimbar melalui pengembangan bakat di bidang peragaan busana dan modelling dengan tujuan lebih untuk mempromosikan Tanimbar.

“Sebenarnya kalau kami sudah buat seperti ini, kalau ada orang atau pihak yang bisa tangkap peluang ini untuk membuat contoh lomba fashion, latihan atau sanggar pasti lebih bagus. Dinas pendidikan dan Kebudayaan juga sangat membantu kami, saya pikir ini awal kerja yang baik,” tutupnya.  (Laura Sobuber)