Sunday, 12 January 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Benhur Tomi Mano dan Gustav Urbinas Ikut Tanam 1550 Bibit Pohon di Jayapura.

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Walikota Jayapura, menghadiri penanaman 1.550 bibit pohon pada 4 lokasi berbeda dalam acara Green Tour Polresta Jayapura Kota bersama Pemerintah Kota Jayapura dan berbagai komunitas di Jayapura, Selasa 7 Januari 2020.

Penanaman berbagai jenis bibit pohon ini diawali dari Pantai Hamadi (Pantai Mendug Teluk Youtefa), selanjutnya di Koya Koso, berlanjut ke TPU Muslim Buper Waena dan berakhir Pasir II Kota Jayapura.

Data yang diperoleh, pada lokasi pertama ditanam 200 bibit mangrove, penanaman di Koya Koso 400 bibit pohon berbagai jenis, di Buper Waena 500 bibit pohon dan di Pasir 6 sebanyak 450 bibit pohon.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas dalam kesempatan tersebut mengatakan, ke 4 lokasi akan tetap dipantau dan dijadikan daerah binaan oleh Polsek dan Koramil setempat, sehingga pemeliharaan tetap berlanjut.

Disampaikan program tersebut juga sebagai bentuk dukungan Hari Sejuta Pohon Sedunia yang diperingat pada 10 Januari.

“Program Kapolri yaitu harus mengambil bagian dengan menggandeng instansi terkait untuk turut peduli terhadap lingkungan, ada 500 orang terlibat dalam kegiatan ini,” ucap Kapolresta, Selasa 7 Januari 2020

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada segenap komunitas yang terlibat dalam penanaman tersebut.

Sementara, Wali Kota Jayapura,Dr. Benhur Tomi Mano, MM dalam, sambutannya di Hamadi lokasi penanaman mangrove mengatakan, kegiatan tersebut perlu dilakukan demi kelangsungan anak cucu dan masyarakat yang hidup di Kota Jayapura.

Bersama aparatur Kota Jayapura setempat, BTM sapaan akrab Walikota Jayapura ini juga terlibat langsung penanaman hingga di lokasi terakhir.

BTM juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai musim penghujan di Papua termasuk Kota Jayapura.

“Menghadapi curah hujan yang diperkirakan tinggi, kita harus siap siaga menghadapi bencana, selain menanam pohon, pencengahan lainnya sudah kita lakukan dengan cara pengerukan di berbagai wilayah Kota Jayapura yang rawan banjir,” ucap BTM.

Abdel Gamel Nasyer, Ketua Rumah Bakau Jayapura dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut perlu dilestarikan dan tak hanya sekedar seremoni.

“Kami saran bibit di kasih nama, itu kebiasaan kami agar dijenguk dan dirawat. Kegiatan seperti ini juga kami harapkan tidak memproduksi sampah melainkan meminimalisir penggunaan sampah,” ujar Gamel.

Diketahui, berbagai komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain, Rapi, Orari, Gojek, Senkom Polri, Pramuka Saka Bhayangkara, Komonitas Rumah Bakau dan juga masyarakat adat setempat. (HumasKotaJayapura)