Thursday, 20 February 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Meikyal Pontoh Ungkap Sakit BN dari Tanimbar Tak Mirip Corona Virus. Meikyal Pontoh Ungkap Sakit BN dari Tanimbar Tak Mirip Corona VirusAMBON, LELEMUKU.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh M.Kes menyatakan indikasi BN (19) pemuda asal Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Kabupaten Kepulauan Tanimbar terjangkit wabah Virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-2019) sangatlah lemah.

“Justru tidak mirip infeksi corona virus. Karena pada saat dirawat yang bersangkutan tidak demam, hanya mengeluh sakit belakang,” ujar dia melalui pesan seluler pada Minggu (16/02/2019).

Namun, pihaknya akan terus mengawal mengawal spesimen yang telah diambil dari BN pada 14 Februari 2020 hingga dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta pada 15 Februari 2020.

“Meskipun demikian karena yang bersangkutan mengaku dari malaysia, maka tetap dalam pemantauan medis sampai hasil pemeriksaan spesimen diterima,” ujar dia.

Kepada wartawan ia juga menyatakan bahwa kondisi BN yang dikarantina di ruang isolasi RSUD PP. Magretti Saumlaki setelah kembali dari Malaysia pada 7 Februari 2020 semakin membaik.

Dikatakan setelah pasien karantina dalam pemantauan selama 14 hari di ruangan isolasi RSUD Magretti Saumlaki. Ia sempat mengeluh demam, batuk, pilek, dan nyeri kerongkongan, dengan suhu badan 36,5 derajat celcius. Dalam kasus sesak nafas, kondisi BN masih dalam batas toleransi.

“Jadi kesehatan mahasiswa jurusan fakultas hukum jurusan internasional di salah satu perguruan tinggi di Bali itu semakin membaik, tetapi tetap di dikarantina di ruangan isolasi VIP RSUD Magretti selama 14 hari, sambil menunggu hasil pemeriksaan spesimen Balitbang Kemenkes,” tambah dia.

Sebelumnya Kadiskes Tanimbar, dr Edwin Tomasoa menyatakan tim medis yang menangani BN setelah diduga terjangkiti gejala mirip COVID-19 telah menyelesaikan

“Spesimennya baru dikirim kemarin sore (Sabtu-red) dan tiba di Puslitbangkes pukul 18:00 WIB. Nah, karena hari ini merupakan hari libur maka mungkin hari Senin baru proses penelitian spesimen yang kita kirim. Normalnya itu antara dua sampai lima hari baru bisa terima hasil laboratorium” kata dia.

Proses pengiriman spesimen dikawal oleh petugas khusus dari laboratorium kesehatan Ambon dan dipastikan telah diterima oleh pihak Puslitbang Kemenkes RI.

Tomasoa menambahkan, Alat Perlindungan Diri (APD) yang dibutuhkan oleh tim medis dari RSUD dr. PP Magretti Saumlaki telah diserahkan oleh Dinkes Provinsi Maluku pada Kamis dan saat ini sudah digunakan oleh tim medis.

Kondisi pasien saat ini sudah stabil dan tidak ada keluhan. Kondisinya mendekati normal.

“Sementara belum dibutuhkan dokter spesialis, karena kondisi pasien stabil. Nanti hasilnya sudah ada, baru berdasarkan hasil itu, kita aan bertindak” katanya sambil memastikan, rumah sakit akan tetap menerapkan sistem penjagaan yang ketat sehingga tak satupun yang bisa menemui BN.

Sementara itu, Sekda Maluku Kasrul Selang mengimbau masyarakat Maluku tak khawatir berlebihan karena penanganan BN dikoordinasikan dengan Posko Penanggulangan Virus Corona Kemenkes. “Kami dilaporkan bahwa BN hanya deman, batuk, pilek dan nyeri kerongkongan dengan suhu badan 36,5 derajat Celcius, sedangkan sesak nafas masih dalam batas toleransi,” katanya seperti diberitakan Kompas.com.

Diketahui, BN merupaan mahasiswa jurusan hukum internasional di salah satu universitas di Bali. Ia memiliki merupakan mahasiswa berprestasi. Pihak universitas pun mengirimkan BN ke Malaysia selama enam bulan untuk melanjutkan studi. Ia kembali ke Indonesia melalui Medan pada 7 Februari.

Saat di Malaysia, BN sempat menjalani observasi karena salah satu teman asramanya terjangkit virus corona. Berdasarkan koordinasi staf Unicef perwakilan Maluku, dr.Sisca dengan WHO, teman BN yang berasal dari Bangladesh itu tak meninggal karena virus.(Albert Batlayeri)