Saturday, 23 May 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Indra Yovi Benarkan Kata 'Terserah Anda Mau Ngapain', Tenaga Medis Tak Bisa Melarang. Indra Yovi Benarkan Kata 'Terserah Anda Mau Ngapain', Tenaga Medis Tak Bisa MelarangPEKANBARU, LELEMUKU.COM - Tim Gugus tugas penanganan Covid-19 Riau, membenarkan kata-kata "Terserah Anda Mau Ngapain" yang disampaikan tenaga medis nasional yang lagi viral di pemberitaan maupun Media Sosial (Medsos) saat ini. Pasalnya kata-kata tersebut ada bentulnya yang menggambarkan hal yang sebenarnya terjadi.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi saat jumpa pers perkembangan kasus positif Covid-19 di Riau yang terus mengalami peningkatan drastis yang total sudah mencapai 101 kasus, Kamis (19/5).

Dimana penambahan kasus tersebut akibat masih kurangnya disiplin pada masyarakat mematuhi protokol-protokol kesehatan yang sebenarnya sangat sederhana sekali, seperti pake masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Justru katanya, kata-kata tersebut merupakan sebuah imbauan atau penegesan atau bisa juga sebagai protes terhadap masyarakat yang masih saja tidak mengindahkan himbau untuk menjalankan sosial distacing, physical distancing, masker dan mencuci tangan.

Karena untuk hal ini tenaga kesehatan atau tenaga medis juga tidak mungkin memerintahkan orang sekian ratus juta orang di Indonesia diperintahkan untuk lock down yang seharusnya bisa dipahami.

Indra Yovi mengatakan, saat ini lihat saja apa yang akan terjadi pada dua minggu kedepan sesuai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan di enam wilayah kabupaten kota di Riau.

Dimana sesuai informasi yang didapatkan sampai saat ini masih ada penolakan PSBB oleh masyarakat, terutama terkait larangan mudik lebaran. Salah satunya di Kota Dumai yang memprotes terkait penerapan PSBB ini.

"Jadi kita lihat saja dua minggu kedepan setelah lebaran apa yang akan terjadi. Mudah-mudahan ridak seperti apa yang kita takutkan," katanya.

Memang tambahnya, untuk di Provinsi Riau, pemprov Riau maupun tim gugus tugas sudah mempersiapkan kalau hal yang terburuk terjadi kedepan.

Anggap saja H+ 7 Idul Fitri nanti sesudah orang mudik yang tidak mau dilarang ini masih juga membawa penyakit setelah mudik dari luar daerah.

Karena untuk diketahui dari dua minggu terakhir ini penyakit di Riau impor semua, yaitu 90% dari beberapa daerah, seperti dari Sukabumi, Magetan, Palembang, Medan dan Padang.

Dari semua ini cluster tambahan ini merupakan cluster tamboro, cluster sukabumi satu orang perjalanan Sumsel, padang dan ke Medan yang memiliki kontak erat plus transmisi lokal dari santri.

Artinya kalau masyarakat tidak diminta disipilin atau meminta masyarakat yang di perantauan tidak pulang dulu maka Riau akan celaka pada H+ 7 Idul Fitri kedepan.

H+7 ini bukan juga hari perhitungannya tapi baru permulaan yang akan terhitungnya pada minggu ke tiga Juni setelah lebaran. Jika pada minggu ketiga Juni jumlah kasus positif Covid-19 di Riau meningkat maka sumbernya dari lebaran.

Jadi hal-hal inilah yang harus diperhatikan dan dipahami. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat, karena kami para tenaga medis hanya bisa mengimbau karena ini untuk kepetingan masyarakat.

Karena kami juga sudah melihat bagaimana stresnya dan tertekannya 101 saudara kita yang dinyatakan positif Covid-19 yang rasanya dunia ini  kayak bagaimana. "Jadi jangan pernah menganggap remeh dan menganggap enteng penyakit Covid-19 ini," tegasnya.

Walaupun dari beberapa media sosial mengatakan hal ini tidak masalah, tapi ia juga mengatakan terserah, karena sebagai tim penanganan yang juga sebagai tim medis ia sudah melihat bagaimana orang yang meninggal karena Covid-19.

"Saya pribadi juga melihat bagaimana beratnya mengobati pasien yang positif Covid-19 ini. Jadi sekarang betul kata-kata terserah yang disampaikan tenaga medis itu dan silakan dicerna baik-baik supaya kita bersama-sama untuk tetap sehat dan tidak dirawat karena ulah sendiri," tuturnya.(InfoPublik)