Wednesday, 1 July 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Christian Sohilait Ungkap Pemprov Papua Pulangkan 284 Lulusan Program ADEM Khusus OAP. Christian Sohilait Ungkap Pemprov Papua Pulangkan 284 Lulusan Program ADEM Khusus OAPJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Sebanyak pelajar 284 lulusan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun ajaran 2019/2020 (khusus OAP) yang tersebar di 6 provinsi Indonesia, yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Banten dan Jawa Timur, dipulangkan.

Para lulusan program ADEM ini secara otomatis akan diterima di sejumlah perguruan tinggi terbaik Provinsi Ppaua.

Hal demikian sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohiliat, dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu, di Jayapura.

“Untuk hari ini yang tiba di Papua merupakan kloter kedua sebanyak 28 orang. Kalau Selasa (23/6/2020) sudah tiba di Biak dari Jawa Barat 24 orang”.

“Kemudian pada nanti pada Sabtu (27/6/2020) akan tiba 91 orang ke Papua. Selanjutnya Senin (29/6/2020) dipastikan tiba 36 orang dei Timika. Nah nanti sisanya karena ada perubahan penerbangan, sehingga kita masih menunggu,” terang Christian Sohilat.

Sementara, seorang pelajar lulusan program ADEM tahun ajaran 2019/2020, Ruth Didima Muyapa asal Nabire, yang bersekolah di SMAN 1 Ciputat, Kabupaten Bandung, mengapresiasi atas pemerintah atas kesempatan bagi anak-anak Papua untuk menimba ilmu di luar daerah.

Apalagi seluruh kebutuhan dan keperluan selama bersekolah di Pulau Jawa dan Bali, ditanggung penuh pemerintah.

“Untuk itu, kepada Kepala DPPAD Provinsi Papua dan juga bapak gubernur, yang sudah memperhatikan seluruh keperluan dan biaya kami selama menempuh pendidikan hingga akhirnya lulus, kami sampaikan terima kasih”.

“Harapan kami nantinya bisa mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi,” harap dia.

Diketahui, saat ini DPPAD Papua tengah menyeleksi program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Dimana Provinsi Papua mendapat jatah 450 orang (khusus OAP). (DiskominfoPapua)