Saturday, 26 September 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca 2 Pemuda Tanimbar Dianiaya Beberapa Oknum Anggota Brimob Polda Maluku di Saumlaki.
2 Pemuda Tanimbar Dianiaya Beberapa Oknum Brimob Polda Maluku di Saumlaki.lelemuku.com.1.jpg

 SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - 2 orang pemuda dari Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku dianiaya oleh beberapa oknum anggota Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Maluku Kompi 3 Yon c Pelopor pada Jumat 25 September 2020.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian berawal dari para korban yakni Timotius Fanumbi dan Marsianus Fanumbi yang sedang bersenda gurau dengan kata-kata makian di tepi jalan saat kendaraan milik oknum anggota Brimob melintas pada hari Kamis siang.

Merasa tersinggung, oknum anggota Brimob yang berpakaian sipil tersebut mendatangi korban dan menanyakan alasan korban memaki. Korban yang tidak merasa memaki pelaku kemudian membantah dan menjelaskan bahwa ia sedang bercanda dengan saudaranya yang berada di seberang jalan.

Pelaku sempat marah dan mengancam, namun tindakan tersebut dilerai oleh rekannya yang bersama oknum. Mereka kemudian kembali ke kendaraan dan melanjutkan perjalanan mereka.

Hari selanjutnya Timotius didatangi anggota polres Tanimbar yang mendatanginya di bengkel tempat ia dan saudaranya bekerja. Anggota tersebut menyuruh korban membawa motor miliknya ke markas Polres.

Balik dari Mapolres, korban dihadang dua oknum anggota Brimob dengan bersenjata laras panjang ditengah jalan. Kedua pelaku mengancam hendak membunuhnya dengan mendorong korban hingga jatuh tersungkur ke aspal.

Melihat perlakuan dua oknum anggota Brimob tersebut terhadap Timotius, warga yang melihat kejadian tersebut kemudian menyerang dan terlibat perkelahian dengan kedua oknum anggota Brimob tersebut.

Sementara Timotius menyelamatkan dirinya ke bengkel tempat saudaranya Marsianus. Belum sempat beristirahat, muncul 3 oknum anggota Brimob bersenjata laras panjang di bengkel dan berteriak mencari-cari Marsianus.

Marsianus yang sedang berada didalam bengkel pun keluar. Ia lalu dianiaya ketiga oknum anggota Brimob tersebut dengan pukulan dan popor senapan serta menginjak kepalanya di tanah. Marsianus kemudian dibawa ke pos Brimob.

Sesampai di pos Brimob, korban dianiaya hingga wajahnya babak belur terutama bagian wajah, belakang, rusuk dan dadanya.

Sementara Timotius yang belakangan dijemput oleh oknum anggota Brimob juga dianiaya hingga muka bengkak. Mereka berdua juga ditampar oleh oknum Komanda Kompi (Danki) Brimob Saumlaki.

Timotius sempat diminta keterangannya di Polres, sementara Marsianus mendekam di sel polres.

Keluarga korban kemudian mendatangani Pos Brimob guna mengetahui keberadaan dua anggota keluarga mereka. Timotius dan Marsianus kemudian diserahkan dengan badan lebam dan penuh kesakitan.


Selanjutnya kedua korban dibawakan ke Rumah Sakit Fatima Saumlaki untuk menjalani perawatan.

Atas peristiwa ini tokoh masyarakat Olilit yang dipimpin oleh Cornelis Fanumbi meminta Kapolres Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah agar mengusut masalah ini dengan tuntas.

Mereka menyatakan telah resah dengan tindakan oknum anggota Brimob tersebut.

Kapolres yang sempat mendatangi para korban yang sedang dirawat menyatakan akan melakukan penyelesaian masalah berdasarkan hukum pidana, sesuai dengan kesepakatan keluarga korban.

Ia juga meminta agar masyarakat Tanimbar tidak terprovokasi dan dapat mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada pihak berwajib.

Guna mempertanggung jawabkan tindakan mereka, para pelaku telah diamankan di Mapolres guna diperiksa dan diproses hukum. (Albert Batlayeri)