Wednesday, 16 September 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Renta Rego Pimpin Pelatihan Siaga COVID-19 di BKKBN Provinsi Maluku. Renta Rego Pimpin Pelatihan Siaga COVID-19 di BKKBN Provinsi Maluku.lelemuku.com.jpgAMBON, LELEMUKU.COM - Ditengah merebaknya virus corona yang melanda Indonesia bahkan dunia. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak,btentu memiliki peran penting dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Mengingat keluarga merupakan lingkungan yang pertama bagi anak dan utama bagi seluruh anggota keluarga, “kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego, dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Siaga COVID-19 bagi Genre melalui E-Learning Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, yang berlangsung di kantor BKKBN Provinsi Maluku, senin (14/9).

Menurut Rego peran penting keluarga dalam pencegahan penyakit corona ini semakin menguat, saat pemerintah menganjurkan warganya banyak tinggal di rumah sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya penyakit ini, agar lebih mudah mengatasinya. Termasuk penerapan belajar secara online maupun offline yang berlaku bagi para pelajar.

Dengan demikian, keluarga memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk mengkondisikan lingkungannya agar dapat memproteksi penyakit yang telah banyak menelan korban jiwa itu.

Adapun, ada empat hal peran keluarga dalam pencegahan COVID-19, yakni pertamnya adalah, menanamkan pola pikir yang benar tentang penyakit corona dengan memberikan informasi yang tepat, lengkap mulai dari faktor penyebab, cara penularan, persebaran terkini, cara pencegahan, resiko bagi yang terinfeksi, hingga upaya penanganan bila ada anggota keluarga yang terinfeksi.

“Yang kedua adalah keluarga kita harus bisa mengajarkan perilaku yang benar untuk mencegah terjangkitnya anggota keluarga terhadap COVID-19. Perilaku yang benar ini diantaranya adalah dengan menjalankan perilaku hidup yang bersih dan sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit termasuk corona,” jelasnya.

Hal yang ketiga kata Rego, mengajak pada seluruh anggota keluarga untuk menjalankan 8 fungsi keluarga secara bersungguh-sungguh agar penyakit corona lebih cepat dapat diatasi. Mulai dari fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi hingga pembinaan lingkungan.

“Penerapan 8 fungsi ini yaitu dengan kita ajak seluruh anggota keluarga untuk beribadah agar COVID-19 segera dihilangkan dari muka bumi. Selain itu,kita harus bisa masohi membantu masyarakat yang dirundung masalah, serta memberikan perhatian kepada sesama anggota keluarga dan jangan lupakan masalah kebersihan dan peduli dengan tetangga dan masyarakat sekitar,” tagasnya.

Sedangkan hal keempatnya, dimana dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran yang strategis. Pertama,karena remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi subjek atau pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Kedua, karena remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga. Sebab kesiapan ini merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga yang berkualitas sehingga nantinya mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Oleh karena itu, apabila gagal dalam membina remaja, bukan hanya menjadi ancaman kegagalan pembangunan (karena gagal menyiapkan aktor-aktor pembangunan), tetapi juga ancaman kegagalan kualitas generasi berikutnya (karena gagal dalam menyiapkan para calon orang tua).

Namun, bukan tanpa tantangan, masih ada masalah yang mengancam remaja, terutama yang terkait dengan kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Selain itu, pubertas atau kematangan seksual yang semakin dini (aspek internal) dan aksesibilitas terhadap berbagai media serta pengaruh negatif sebaya (aspek eksternal) menjadikan remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko.

“Dengan demikian, kita pastikan remaja menjadi rentan mengalami kehamilan di usia dini, kehamilan di luar nikah, kehamilan tidak diinginkan dan terinfeksi penyakit menular seksual hingga aborsi yang tidak aman,” pungkas Rego.

Lebih dalam Rego menandaskan, memandang pentingnya Keluarga Indonesia menjadi wadah awal dalam mencegah penyebaran COVID-19.Sebab, kesiapan berkeluarga juga salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan yang berkualitas. Olehnya, remaja dapat berperan mengedukasi masyarakat tentang siaga cegah virus corona.

“Jika terbangunnya ketahanan keluarga,maka saya berharap COVID-19,dapat dicegah agar tidak semakin meluas dan mengurangi dampak yang ditimbulkan, sehingga kita dari BKKBN dalam hal ini Bidang Latbang perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menyelenggarakan pelatihan Siaga COVID-19 bagi Genre melalui E-Learning tahun 2020,” tandas Rego. (HumasBKKBNMaluku)