Thursday, 15 October 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Baharudin Djafar Ungkap Arti Namanya di Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan.

 


AMBON, LELEMUKU.COM - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs Baharudin Djafar menghadiri Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah  Agama Angkatan I” Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi  Maluku Tahun 2020 dengan materi “Penguatan Kamtibmas Maluku, yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel, Ambon. Kamis 15 Oktober 2020.

 

Selain di hadiri Kapolda Maluku serta tamu undangan lainnya, pertemuan ini juga turut dihadiri Perwakilan Pangdam XVI Pattimura Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono.

 

Hadir sebagai narasumber, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Baharudin Djafar, dalam sambutannya, Mengatakan, Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT, memberikan kesempatan pada kita dalam kegiatan dan apa yang kita dapat di saat ini adalah kemurahan Allah, Allah sering beritahu kita dedaunan yang di pohon yang sudah kering untuk jatuh ke bumi butuh ridho Allah SWT.

 

"Tadi ada yang di sampaikan bawah kegiatan Kapolda Maluku yang sempat viral, dan kita merasa ria di dalam hati karena mulai di kenal orang lain, saya juga sering bicara di berbagai tempat yang di situ juga di hadiri para ulama-ulama yang selalu mengingatkan kita bahwa jangan terlalu bangga kalau di kenal oleh orang lain karena banyak kita di kenal oleh orang tetapi penduduk langit kita tidak di kenal. Yang paling utama adalah bagaimana penduduk langit kenal sama kita," kata Irjen Pol Drs Baharudin Djafar.

 

Lebih jauh dikatakan, Kapolda mengakui jika dirinya terlahir sebagai anak kampung dari Sulawesi Selatan, jadi kalau saya di tempatakan tugas ke mana pun saya senang memakan ubi, Hanya Allah SWT memberikan amanah dan kepercayaan saya harus menjalankan dengan baik.

 


"Kemarin sebelum saya jadi Kapolda Maluku, saya melaksanakan umroh dan berdoa di depan Ka'bah bahwa ijinkan saya bertugas ke tempat yang bisa saya dakwaan agama, tapi yang terbayang adalah di pulau Jawa cuma keputusan Allah SWT di Ambon karena rupanya Maluku ini ada jodoh dengan saya,"ujarnya.

 

Lanjut Kapolda menjelaskan, Nama saya Baharudin Djafar;  Bahar artinya lautan, Adin artinya Agama, Djafar artinya jafaran keharuman jafaran keharuman jadi Maluku ini jadi kayanya sama. Menurutnya Maluku ini 92 persen adalah lautan jadi sesuai dengan nama saya, jadi kita harus mensyukuri nikmatnya Allah SWT yang bijaksana, dan apabila kita mensyukuri Allah SWT menambahkan nikmat itu.

 

"Kadang kita tidak mengikuti jadi penyuluh agama, sedangkan penyuluh ini menjadi obor,. Apa lagi apa yang di sampaikan oleh penyuluh itu adalah kebaikan, ini adalah kerja Andia Allahu salam dan ini adalah kerja pilihan yang mana manusia di pilih oleh Allah SWT maka di berikan kerja yang menyuluh orang lain," ucapnya.

 

Masih kata, Kapolda, Sejarah manusia ini terdiri dari dua unsur yaitu ada ruh ada jasad. Ruh jarang kita isi rohani kita, pada hal ruh ini jauh lebih penting dari pada jasat.

 

"Ruh Asalnya dari langit, maknanya dari langit juga yaitu iman dan suatu saat ruh juga akan kembali ke langit,"ujarnya.

 


Sedangkan, lanjut Kapolda, jasad berasal dari tanah dan makannya dari tanah juga, dan makan yang kita makan semua pun dari tanah dan insyaallah saatnya kita akan kembali ke tanah juga.

 

"Maknanya ruh ini jauh lebih penting dari pada Jasat, tetapi yang kita utamakan di sini adalah Jasat," Ucapnya

 

Kapolda menambahkan, Kita mau di katakan menjadi pemimpin, kalau kita mau melayani orang, Penyuluh ini kerjanya melayani dan memberikan pelayanan kepada orang orang sehingga Allah SWT mengangkat derajat kita. Dalam kegiatan ini yang di perlukan adanya sosialisasi, tujuannya juga untuk peran serta dalam menjaga dan peningkatan Babinkamtibmas di Maluku ini.

 

"Peran penyuluh adalah sebagai tempat memperoleh informasi berkenaan dengan kehidupan keagamaan. Saya yakin dengan kegiatan ini, pasti keamanan akan terjalin dengan baik," Ungkap Kapolda.

 

Lain halnya yang disampaikan Perwakilan Pangdam XVI Pattimura Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono. Dia menjelaskan, Materi yang akan saya sampaikan berkaitan dengan permintaan panitia, Mewujudkan Ketahanan Nasional, Melalui Bela Negara.

 

"Bela negara itu sebenarnya sederhana, bela negara itu tidak perlu perang, latihan militer atau di suru lari sama bapak polisi itu tidak ada tetap seperti apa yang sudah di sampaikan oleh bapak Kapolda tadi *mensano inkor porisano* itu sudah kita rubah yaitu buanglah sampah pada tempatnya itulah wujud dari pada bela negara,"ujar Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono

 

Lanjut dikatakan, Untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada bangsa dan negara, betapa indahnya dan megahnya karunia yah di berikan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia.

 

"Yang di maksudkan dengan ketahan nasional adalah, kondisi keuletan dan ketangguhan   yang mengaduh kemampuan kekuatan ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam mau pun luar yang langsung mau pun tidak langsung, bagaikan integritas kelangsungan hidup bangsa negara serta mengajak perjuangan tujuan nasional," ujarnya.

 

Ia menambahkan, Tadi bapak Kapolda juga sudah menyiapkan dampak COVID-19 ini tidak secara nasional tetapi juga sudah mendunia, update terakhir pada tanggal 13 Oktober 2020 di dunia itu sudah mencapai 38, 032 juta kasus terinfeksi virus covid 19 sedangkan di Indonesia sendiri sudah terinfeksi 340.000 sekian dan sembuh baru 263. 000 dan meninggal 12 ribu. Sedangkan dalam wilayah Maluku yang positif 3454 orang, sembuh 5000 dan meninggal 42 orang.

 

"Dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini faktor ekonomi di Indonesia menurun - 5, 32 persen, bahkan bapak Presiden Republik Indonesia mengatakan kalau itu terjadi terus menerus kemungkinan angka menjadi prosesi, kemudian di Maluku ekonomi mines 0,92 persen,"Tutup Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono. (HumasPoldaMaluku)