Sunday, 22 November 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Jamaluddin Badar Sambut Kedatangan Ulama Syekh Mahmoud Al Shareef di Tidore.
Jamaluddin Badar Sambut Kedatangan Ulama Syekh Mahmoud Al Shareef di Tidore.lelemuku.com.jpg

TIDORE, LELEMUKU.COM - Warga Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali kedatangan Ulama Syekh Mahmoud Al Shareef dari Palestina, Senin (16/11/2020).

Kunjungan Ulama Syekh Mahmoud Al Shareef dalam rangka Safari Dakwah dan Kajian Spesial Cinta Rasulullah, Cinta Palestina, Bumi Para dalam bentuk Bincang Kemanusiaan Apa Kabar Al-Aqsa bertempat  di Aula Kantor Walikota Tidore Kepulauan.

Tiba di Kantor Walikota Syekh bersama rombongan disambut Pjs. Walikota Tidore Kepulauan dalam hal ini diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Jamaluddin Badar.

Pjs. Walikota dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Jamaluddin Badar menyampaikan ucapan slamat datang dan merupakan sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan atas kedatangan Syekh Mahmoud Al Shareef di daerah yang dikenal sebagai Kota Seribu Mesjid dan Kota Santri. “Semoga kedatangan Syekh menambah keberkahan bagi Kota Tidore Kepulauan yang kita cintai ini” tutur Jamaluddin Badar.

Staf Ahli Jamaluddin Badar menambahkan bahwa kegiatan Safari Dakwah ini sangat penting dan bermanfaat bagi umat Muslim, karena kita diajarkan untuk selalu bersatu, menjaga ukhuwah dan saling peduli dengan sesama umat Muslim dimanapun berada. Termasuk peduli terhadap saudara Muslim kita yang berada di Palestina.

Dikesempatan yang sama Ulama Syekh Mahmoud Al Shareef dalam Dakwahnya mengatakatakan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Palestina sudah terjalin lama sejak Palestina mendukung yang juga merupakan Negara Pertama yang mendukung Kemerdekaan Republik Indonesia.

lebih lanjut Syekh Mahmoud Al Shareef mengungkapkan kenapa kita harus menyalamatkan Palestina, karena disana ada Masjid Al-Aqsa yang merupakan Kiblat pertama Umat Manusia yang ada sejak Zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW beberapa tahun, kemudian dipindahkan di Masjidil Haram.(DiskominfoTidore)