Friday, 27 November 2020

Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Kasus COVID-19 Bertambah, Tokoh Agama Tanimbar Minta Jangan Panik dan Tetap Waspada.

 


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Tokoh Agama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku meminta seluruh masyarakat di daerah itu tidak panik dan tetap waspada menanggapi kenaikan 92 kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) per Kamis, 26 November 2020.

“Jangan panic, ini kan cobaan untuk kita semua, yang penting kita selalu mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa supaya cepat diangkat sama Allah wabah ini dari bumi doan lolat,” pinta  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanimbar, H. Tamsil Herman kepada Lelemuku.com pada Jumat, 27 November 2020.

Kemudian Wakil Uskup Wilayah Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD), Pastor Simon Petrus Matruty, Pr mengimbau masyarakat jangan takut terhadap virus itu, tetapi tetap patuhi protocol kesehatan yang selalu dianjurkan oleh pemerintah. Selain itu, ia ingin masyarakat terus bersyukur dengan tingkatkan iman dan imun mesti kuat agar aman dalam berinteraksi dengan orang lain.

Hal yang sama juga dipesan Ketua Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Tanimbar Selatan (Tansel), Pdt. Lenny Rangkoratat Bakarbessy, S.Th. Ia minta masyarakat jangan lalai tidak memakai masker, jaga jarak fisik dan cuci tangan, makan makanan yang sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar diri sendiri, keluarga dan lingkungan aman.

“Virus ini kan tidak pernah bisa dilihat dengan mata, karena itu upaya satu-satunya untuk mencegah dan memutus mata rantainya adalah dengan tingkatkan kepatuhan saja,” pesan dia.

Bertambahnya jumlah kasus COVID-19 di Tanimbar merupakan upaya Pemerintah melakukan pemutusan mata rantai dan deteksi secara tes swab massal di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanimbar sejak Sabtu, 21 November 2020.

Tes massal gelombang pertama yang dikhususkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)  dengan jumlah 365 orang yang mengikuti swab dimana dari 179 specimen telah keluar dan 87 terkonfirmasi positif COVID-19.

Sementara, hasil tes gelombang kedua dipastikan akan segera keluar dan Pemkab tetap akan melakukan tes swab massal yang ketiga bagi masyarakat umum.  

Sebelumnya Tanimbar memiliki 5 kasus COVID-19 yang diketahui penularannya melalui transmisi lokal, yaitu seseorang terinfeksi tanpa bepergian ke luar wilayah atau bertemu dengan orang asing di luar wilayah. (Laura Sobuber)