Iklan

Gerakan Anti Aborsi di Amerika Bujuk Masyarakat Berubah Pikiran


WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Mark Baumgartner memarkir mobil karavannya yang berstiker “Tes USG Kehamilan” di luar klinik Planned Parenthood di Columbia, South Carolina. Ia mengatakan, dirinya tidak mencoba untuk mempermalukan atau membuat takut para perempuan yang ingin melakukan aborsi.

Mantan pilot berusia 53 tahun itu berhenti dari pekerjaannya 10 tahun lalu untuk mendirikan A Moment of Hope, sebuah kelompok gerakan anti-aborsi.

Sementara Planned Parenthood sendiri adalah lembaga nonprofit yang menyediakan perawatan kesehatan reproduksi, termasuk prosedur aborsi, di AS dan seluruh dunia.

Kepada Associated Press, Mark mengatakan: “Ada kelompok-kelompok (anti-aborsi) lain yang datang dengan pola pikir untuk berkhotbah atau meneriaki para ibu. Kami rasa itu justru merugikan (gerakan ini). Misi kami di sini, di depan klinik aborsi, adalah menjadi harapan terakhir dan menolong para ibu yang datang untuk melakukan aborsi.”

Setiap pagi, anggota kelompoknya berdiri di sekitar klinik Planned Parenthood, siap menyambut mereka yang berkunjung ke klinik itu untuk menjalani prosedur aborsi.

“Bapa di Surga, kami memohon pertolonganmu hari ini. Kami berdoa semoga tidak ada aborsi hari ini,” katanya melalui sambungan radio kepada para anggota.

Setiap kali ada mobil yang masuk ke area klinik, Mark melambaikan tangannya, sementara anggota kelompoknya mengulurkan tangan mereka untuk menawarkan bingkisan berisi informasi, produk perawatan, dan miniatur janin plastik, sebagai cara untuk membuka obrolan dengan para pengunjung klinik.

“Kami ingin berbicara dengan Anda. Kami membawa bingkisan untuk Anda,” lantang Mark. “Kami hanya perlu lima sampai sepuluh detik dari waktu Anda.”

Di dalam mobil karavan, ia dan anggotanya akan mengajak bicara perempuan-perempuan itu, berdoa bersama mereka, dan menawari mereka untuk melakukan USG kehamilan.

“Banyak ibu yang datang untuk melakukan aborsi merasa ketakutan. Mereka merasa terjebak. Banyak dari mereka merasa tertekan berada di sini. Untuk itu, kami menawarkan bantuan dan sumber daya bagi mereka untuk memperluas pilihan," ujar Mark Baumgartner.

Mahkamah Agung AS diperkirakan akan membatalkan keputusan kasus Roe lawan Wade pada tahun 1973, yang melegalisasi praktik aborsi di seluruh Amerika.

Mark yakin negara bagiannya akan segera melarang praktik tersebut.

Sementara itu, jajak pendapat Pew Research Center Maret lalu menunjukkan bahwa 61% penduduk dewasa AS berpendapat aborsi seharusnya legal dalam semua atau sebagian kasus – hanya 37% yang mengatakan sebaliknya.

Serupa dengan itu, jajak pendapat oleh Gallup Mei lalu juga menunjukkan bahwa 55% responden mendukung aborsi – angka tertinggi sejak jajak pendapat tersebut dilakukan tahun 1995 oleh lembaga itu. (VOA)

0 Comments