Iklan

Fredrickus Maclarimboen Ajak Semua Pihak Tidak Terprovokasi Bentrok di Doyo Baru

Fredrickus Maclarimboen Ajak Semua Pihak Tidak Terprovokasi Bentrok di Doyo Baru

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH meminta agar semua pihak di Kabupaten Jayapura tidak ikut memprovokasi kedua belah pihak yang bentrok dan mengakibatkan salah seorang warga meninggal dunia  di sekitar toko Hola Mart Doyo Baru Baru, Distrik Waibu pada Sabtu (30/7/2022) pagi dini hari.

"Kami menghimbau agar kedua belah pihak dapat menahan diri semuanya sudah kondusif jangan ada lagi gerakan - gerakan tambahan karena akan menjadi masalah baru,  selain proses hukum nantinya kami juga akan mediasi permasalahan ini hingga kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan," kata Kapolres Jayapura dalam rilis media pada Senin, 1 Agustus 2022.

Ia mengatakan kepolisian akan bersikap netral dan adil dalam menangani kasus ini. Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini situasi diseputaran Sentani hingga Doyo Baru sangat kondusif kami juga telah menyiagakan puluhan personil di TKP, 

"Jenasah SW masih disemayamkan di rumah duka tepatnya di samping BTN Permata Hijau Sentani, rencananya besok akan dimakamkan, pihak keluarga juga telah sepenuhnya menyerahkan kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut," sebut dia.

Pihaknya akan sigap dalam meminimalisir kasus pertikaian antar kelompok yang berawal 5 orang warga yang mengkonsumsi miras di daerah tersebut termasuk salah satu korban meninggal berinisial SW dan seorang wanita berinisial FT 

Saat mengonsumsi miras SW mengajak FT bersetubuh secara paksa. Karena menolak, FT yang tidak terima langsung melaporkan hal tersebut ke orang tuanya berinisial ET yang merupakan seorang pendeta.

ET orang tua korban yang tidak terima anaknya hendak disetubuhi saat itu langsung datang ke tempat kejadian tepatnya didepan toko Hola Mart yang ada di Doyo Baru, mendapati pelaku SW, orang tua korban yang emosi langsung melempar batu ke arah wajah pelaku.

"Terkena lemparan pelaku, SW yang tidak terima langsung lari memanggil masyarakatnya yang bermukim disekitaran TKP sehingga langsung terjadi serangan balik yang mengakibatkan tangan orang tuanya terkena tebasan parang dan beberapa lemparan batu," ungkapnya

Lanjut Kapolres, "tidak terima dengan hal tersebut kembali orang tua korban memanggil masyarakatnya untuk menyerang balik sehingga hal inilah yang membuat pelaku SW meninggal dunia, hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak, salah satunya ET, yang membawa masyarakatnya datang dan melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban SW meninggal dunia." (Albert Batlayeri) 


0 Comments